Pesugihan Pocong, Buat yang Berani Gali Makam demi Penglaris Dagangan

Tulisan dari Pesugihan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berbicara masalah pesugihan memang tidak ada habisnya, walaupun di zaman yang semuanya serba digital dan teknologi, tetapi tidak dipungkiri masih banyak masyarakat yang mempercayai hal-hal gaib seperti itu.
Kegiatan gaib biasanya dilakukan untuk berharap sebuah kekayaan yang dilakukan dengan praktik ilmu hitam. Namanya juga ilmu hitam, tentu bukan jalan lurus yang benar dan dibenarkan. Tapi toh ada saja yang mau menempuh hal itu.
Pernahkah kamu mendengar istilah pesugihan pocong sebagai penglaris dagangan? Kalau belum kamu bisa membaca kisah ini sebagai informasi semata.
Konon katanya penglaris dagangan banyak sekali jenisnya mulai dari menggunakan jimat, menggunakan makhluk gaib hingga benda-benda yang dianggap sakral seperti benda yang berhubungan dengan kuburan.
Penglaris pocong diyakini sebagai salah satu cara yang dipakai untuk tujuan mencapai kekayaan secara instan. Ada berbagai kabar yang bereedar bagaimana pocong digunakan sebagai barang penglaris.
Yang pertama dengan cara mengambil tali pocong pada Selasa Legi, karena konon katanya pocong yang talinya diambil pada hari tersebut memiliki kekuatan mistik yang kuat. Sehingga banyak keluarga yang berjaga-jaga di sekitar pemakanan jika Selasa Legi sudah datang. Tindakan tersebut dilakukan guna melindungi jasad agar kuburannya tidak digali oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Pesugihan tali pocong biasanya disembunyikan di rumah makan bersama dengan benda-benda sebagai persyaratan
Cara yang kedua dengan memelihara pocong di rumah makan. Nantinya si pocong akan bertugas meneteskan air liur ke makanan yang tersaji, dengan harapan rasa menjadi berbeda dan yang menyantap akan semakin suka dengan hiangan tersebut.
Sebelumnya pada 2019 lalu publik sempat digegerkan dengan video penampakan pocong yang terekam kamera di sebuah rumah makan sekitar Malang, Jawa Timur. Ceritanya begini, sekelompok teman sedang menyantap makanan di sore hari menjelang maghrib, salah satu teman berniat mengabadikan momen tersebut untuk kebutuhan dokumen.
Namun yang terlihat sungguh tak terduga ada sosok misterius berayun-ayun di dalam rumah makan tersebut, diyakini sosok tersebut adalah pocong karena mengenakan kain berwarna putih yang terikat seperti mayat yang dikafani. Anehnya saat direkam orang-orang sekitar tidak ada yang menyadari dan tetap lahap menyantap hidangan yang tersaji. Bagaimana pendapat kamu perihal mitos dan cerita tersebut?
