Melihat Ibu-ibu PKK Membuat Olahan Panganan Kripik Rebung

Bekerja di Yayasan Palung
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Petrus Kanisius tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Yayasan Palung (YP) melalui Program Sustainable Livelihood (Program Mata Pencaharian Berkelanjutan) bersama ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Pampang Harapan berkesempatan membuat olahan pangananan lokal keripik dari bahan dasar Rebung.
Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan di Gedung Serbaguna, Kantor Desa Pampang Harapan, Sukadana, Kayong Utara, pada Jumat (26/8/2025).
Dalam kesempatan tersebut, ibu-ibu PKK Desa Pampang Harapan diajak untuk membuat olahan panganan lokal keripik dari bahan dasar rebung.
Keripik rebung merupakan salah satu olahan pangan tradisional yang memanfaatkan rebung atau tunas muda bambu sebagai bahan utama. Rebung yang segar terlebih dahulu dibersihkan, diiris tipis, direbus, kemudian ditiriskan sampai airnya mengering dan dibumbui dengan bahan dan rempah tambahan. Setelah itu, rebung digoreng hingga renyah.
Keripik rebung menjadi camilan sehat yang unik sekaligus bernilai ekonomis. Produk ini dapat dikemas menarik untuk menambah daya tarik konsumen, sehingga berpotensi menjadi oleh-oleh khas daerah penghasil bambu. Dengan sentuhan inovasi rasa, seperti balado, atau pedas manis, keripik rebung mampu bersaing dengan produk camilan modern namun tetap mempertahankan keaslian bahan alamnya.
Adapun sebagai trainer (pemateri) dalam kegiatan pelatihan tersebut adalah Ibu Misnah berasal dari Desa Pangkalan Buton, Kecamatan, Sukadana yang merupakan anggota kelompok dampingan Yayasan Palung dan merupakan seorang pengrajin HHBK sekaligus juga sebagai pelaku usaha kerupuk rebung dan keripik singkong.
Kegiatan pelatihan dihadiri oleh 11 orang ibu PKK dari Desa Pampang, 1 orang staf desa dan 2 orang staf dari Yayasan Palung.
Dengan melihat adanya potensi rebung atau tunas bambu muda yang ada di Desa Pampang Harapan, diharapkan bisa menjadi ide usaha yang berkelanjutan.
Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh ibu-ibu PKK yang mau belajar cara membuat olahan pangan tersebut. Dan juga ini menjadi pengalaman mereka dalam mengelola olahan pangan lokal.
Foto: Dewi Ratna Sari
Tulisan: Pit & Dewi Ratna Sari-Yayasan Palung
