Konten dari Pengguna

YP Ajak Kelompok Muda Peduli Lingkungan

Petrus Kanisius
Bekerja di Yayasan Palung
13 Maret 2024 11:05 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Petrus Kanisius tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Suasana saat kegiatan workshop, YP ajak kelompok muda peduli lingkungan. (Foto : Yayasan Palung).
zoom-in-whitePerbesar
Suasana saat kegiatan workshop, YP ajak kelompok muda peduli lingkungan. (Foto : Yayasan Palung).
ADVERTISEMENT
Yayasan Palung (YP) mengadakan Workshop Kelompok Muda Peduli Lingkungan, pada Kamis (22/2/2024) bulan lalu. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 sampai 13.30 WIB tersebut, dilaksanakan di Aula Pertemuan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ketapang.
ADVERTISEMENT
Kegiatan Workshop Kelompok Muda Peduli Lingkungan ini dibuka langsung oleh Edi Rahman, selaku Field Direktur Konservasi Yayasan Palung. Dalam kata sambutannya, Edi Rahman menyambut baik kegiatan yang dilakukan ini, selanjutnya ia juga mengucapkan terima kasih kepada para guru dan para pelajar yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Pada kesempatan itu, Edi Rahman mengenalkan Yayasan Palung serta berdirinya Yayasan Palung, program dan kegiatan yang dilakukan Yayasan Palung dalam mendukung konservasi orangutan dan habitatnya baik melalui Program Penelitian, Program perlindungan satwa, Program Pendidikan Lingkungan, Program Hutan Desa, dan Program Mata Pencaharian berkelajutan program Beasiswa peduli Orangutan.
Juga dalam kesempatan tersebut, Yayasan Palung mengajak dan berpesan kepada peserta yang hadir agar berkontribusi dan memiliki semangat untuk peduli dengan lingkungan, peduli dengan terhadap satwa dilindungi yang setiap waktu terus terancama baik satwa maupun habitatnya akibat berbagai aktivitas manusia.
ADVERTISEMENT
Dalam kegiatan workshop ini berbagai materi diberikan kepada guru dan pelajar dan sebagai Pemateri pertama disampaikan Erik Sulidra, Selalu Manager dari Program Program Penyelamatan Satwa (PPS) dengan materi tentang; pengenalan Satwa Liar yang Dilindungi Di Indonesia serta berapa satwa dilindungi di Kalimantan Barat khususnya di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara seperti Orangutan, Beruang Madu, Bekantan, Burung Enggang dan lain-lain. Erik menyebutkan dalam presentasinya, ada 904 jumlah spesies yang dilindungi menurut P.106/MENLHK/2018.
Presentasi kedua disampaikan Gunawan Wibisono, selalu Koordinator survey dan botanis Yayasan Palung dengan materi yang disampaikan Tumbuhan berbunga dan pakan satwa liar (khususnya orangutan). Beberapa tumbuhan yang memiliki hubungan dengan sejarah peradaban, peran tumbuhan sebagai pakan satwa liar dilindungi. Selanjutnya, penting keberadaan tumbuhan bagi kehidupan di sekitar dan fungsi ekologis yang dimilikinya.
ADVERTISEMENT
Hendri Gunawan, selaku Koordinator Program Hutan Desa Yayasan Palung menyampaikan tentang; Hutan Desa baik terkait peran penting Hutan Desa Bagi kehidupan, hutan Desa memiliki fungsi penting bagi beragam satwa karena sebagai sumber hidup, peran masyarakat lokal dalam, pengelolaan dan pemanfaatan hutan desa melalui skema perhutanan sosial. Yayasan Palung secara kosisten dan berkelanjutan terus mendampingi masyarakat di beberapa desa di Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara dalam pengelolaan dan pemanfaatan hutan desa.
Materi terakhir disampaikan oleh Ranti Naruri, selaku Manager Program Sustainable Livelihood (Program Mata Pencaharian Berkelanjutan). Ranti Menyampaikan materi tentang Kerelawanan.
Ranti menjelaskan bahwa Relawan adalah; Seseorang (sekelompok) orang yang melakukan sesuatu hal tanpa paksaan, Bersedia mengorbankan waktu dan tenaga. Selajutnya juga, Ranti mengatakan bahwa aktivitas relawan harus memberikan nilai positif bagi dirinya, orang lain, lingkungan dan organisasi yang dibantunya. Jjuga menjadi Relawan jangan ada motivasi untuk mendapatkan imbalan (uang atau materi).
ADVERTISEMENT
Widiya Octa Selfiany, Manager Pendidikan Lingkungan dan Media Kampanye Yayasan Palung, mengatakan ada beberapa tujuan kegiatan Workshop kepada Kelompok Muda Peduli Lingkungan ini diantaranya Memberikan pemahaman kepada siswa/siswi dan guru tentang ekosistem/habitat satwa, kedua, Memberikan pemahaman kepada siswa/siswi tentang satwa dilindungi dan RK-TAJAM yang merupakan kelompok relawan yang menjadi binaan Yayasan Palung.
Adapun harapan dari kegiatan Workshop ini, siswa-siswi ada yang tertarik untuk tergabung dalam Kelompok muda Relawan Konservasi Taruna Penjaga Alam (RK-TAJAM). Selanjutnya juga, berharap dengan bergabungnya mereka di RK-TAJAM, mereka bisa belajar dan mengenal tentang konservasi, pengenalan tentang orangutan dan habitatnya melaui berbagai kegiatan seperti fieldtrip, sain itu tentang keorganisasian.
Berfoto bersama setelah kegiatan workshop selesai dilaksanakan. (Foto dok : Erik Sulidra/YP).
Peserta yang diundang dalam kegiatan Workshop Kelompok Muda Peduli Lingkungan ini adalah 5 orang perwakilan dan 1 orang guru dari 12 sekolah yang ada di Kabupaten Ketapang.
ADVERTISEMENT
Adapun 12 sekolah yang diundang dalam workshop tersebut adalah; SMA Negeri 1 Ketapang, SMA Negeri 2 Ketapang, SMA Negeri 3 Ketapang, SMA Negeri 4 Ketapang, SMA PL Santo Yohanes, MAN 1 Ketapang, SMA Muhammadiyah 1 Ketapang, MAS Ash-Shufiyah, SMK Negeri 1 Ketapang, SMK Negeri 2 Ketapang, SMK Negeri 3 Ketapang dan SMK Santo Petrus Ketapang.
Rangkaian kegiatan workshop berjalan sesuai rencana dan mendapat sambutan baik dari peserta yang hadir.
Penulis : Petrus Kanisius-Yayasan Palung