Entertainment
·
16 Oktober 2020 12:24

Akibat Pasang Susuk: Awal Cerita yang Pilu (Part 1)

Konten ini diproduksi oleh Didit Galaraka
Akibat Pasang Susuk: Awal Cerita yang Pilu (Part 1) (52148)
Akibat Pasang Susuk : Awal Cerita Yang Pilu (Part 1)
Akibat Pasang Susuk: Awal Cerita Yang Pilu. Cerita ini mungkin tidak se-viral cerita pendakian. akan tetapi kisah di dalamnya tidak kalah mengerikan dan menyeramkan. Kisah ini memuat pesan moral yang luar biasa. membuat kita akan berfikir seribu kali untuk bertindak sebelum semuanya menjadi sebuah penyesalan. BAGAIMANA CERITA SELENGKAPNYA?
ADVERTISEMENT
***
Pelosok di salah satu perkampungan di Jawa Barat menjadi saksi persekutuan Yani dengan jin. Dia menjalankan praktek pasang susuk untuk pelaris pekerjaan nya sebagai penyanyi tradisional di kampung itu. Yani terlahir bukanlah dari kalangan berada. Ayahnya telah meninggal karena kecelakaan kerja saat menjadi salah seorang pekerja proyek di bilangan Jakarta. Ketika itu Yani masih berumur 20 tahun dan dia mesti menghidupi ibu dan satu adiknya yang masih sekolah; Ibunya bernama Esih dan adiknya bernama Sandi.
Ibunya hanya bisa membantu perekonomian keluarga dengan bekerja serabutan tergantung dari warga yang meminta bantuannya. Tak ada penghasilan pasti dari pekerjaan ibunya itu dibanding dengan penghasilan Yani sebagai seorang penyanyi tradisional yang mendapat bayaran lumayan tinggi dari penampilannya dari panggung ke panggung.
ADVERTISEMENT
“Bu, ibu diam di rumah aja ya! Biar Yani yang kerja cari uang buat ibu sama Sandi”. Ucap Yani melihat iba kepada ibunya.
“Selepas ayahmu ga ada keluarga ini jadi tanggung jawab ibu nak”. Jawab Bu Esih dengan lirih.
“Tapi ibu udah ga muda lagi. Ibu harus istirahat! Biar Yani yang capek Bu Yani bisa kok”. Kata Yani menatap mata ibunya.
Air mata Bu Esih tak terasa mengalir. Situasi yang begitu mengaharukan dimana Sang Anak merasa iba kepada ibunya dan menanggung semua tanggung jawab.
Bu Esih memeluk Yani tanda keterpaksaan menyetujui keinginan anaknya itu. Yani memang berbakat di bidang tarik suara bahkan dia pernah meraih juara 1 perlombaan bernyanyi yang diselenggarakan di kampungnya. Bakat Yani tercium oleh pemilik grup tembang yang bernama Opik yang memang saat itu sedang membutuhkan vokalis karena vokalis lama memilih untuk pensiun dini dengan alasan mengikuti suaminya tinggal di Kalimantan.
ADVERTISEMENT
Akhirnya Yani bergabung dengan grup tembang itu keliling-keliling kampung untuk memenuhi undangan manggung di setiap acara pernikahan atau event pentas seni biasa. Semenjak Yani bergabung, grup tembang itu semakin laris dan laku keras diundang kemana-mana karena semua pengundang terkesima dengan suara indah Yani. Akibatnya berimbas kepada penghasilan Yani yang lumayan dapat menutupi kebutuhan ekonomi keluarganya dari mulai membayar tagihan listrik rumah sampai membiayai sekolah Sandi bahkan lebih.
“Kerjamu bagus Yan saya suka. Barusan saya dapet telfon minggu depan kita dapet undangan ke acara nikahan di Tasik kota. Kamu siap-siap ya?”. Ucap Opik memuji Yani yang baru turun dari panggung acara HUT salah satu perusahaan dengan sorak sorai penonton yang memuji Yani.
ADVERTISEMENT
“Iya Yani persiapkan semuanya”. Jawab Yani dengan senyum sumringahnya.
Yani selalu menyambut baik semua undangan yang dia terima karena dengan begitu dia merasa berhasil bertanggung jawab atas keluarganya. Sampai di acara undangan pernikahan di Tasik kota Yani manggung seperti biasanya membawakan lagu-lagu yang membuat semua tamu undangan terkesima dibuatnya.
Bertahun-tahun dia alami masa seperti itu sampai suatu ketika ujian bagi grup tembangnya datang. Opik harus bercerai dengan istrinya dikarenakan istrinya curiga Opik “ada main” dengan Yani. Opik memang selalu mendekati Yani jika sehabis manggung dan mungkin itu yang menjadi alasan sang istri menceraikan Opik.
BERSAMBUNG...
Subscribe untuk mendapatkan notifikasi cerita selanjutnya !!!
Bagi yang ingin membawakan cerita ini di Channel Youtube, dengan senang hati kami persilahkan dengan catatan mencantumkan sumber cerita ke channel youtube "Podcast Horor Demit"
ADVERTISEMENT