Konten dari Pengguna

Belajar Toleransi dari Desa Kletek: Hidup Rukun di Tengah Perbedaan

Petrus Hale Luan

Petrus Hale Luan

Mahasiswa ITB-AD Jakarta Perankat Desa Kletek

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Petrus Hale Luan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjaga ketertiban dan keamanan dalam kehidupan bermasyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Di desa Kletek, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka-NTT memiliki jumlah penduduk sebanyak 2.980 jiwa, terdiri dari beberapa agama, suku dan ras. Masyarakat desa kletek terbagi dalam 3 agama yang berbeda yakni Katolik, Islam dan Protestan.

walaupun memiliki masyarakat yang beragam dan berbeda-beda dalam memeluk keyakinan, kehidupan sosial masyarakat dan kerukunan umat dari ketiga agama ini sangat harmonis. ini terbukti ketika Desa Kletek terpilih dan ditetapkan sebagai Kampung Moderasi Beragama dari Kementrian Agama Republik Indonesia pada tahun 2023 yang lalu.

Dengan adanya penghargaan ini, menandakan bahwa desa kletek merupakan desa yang aman dan menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama.di tengah perbedaan itu, masyarakat selalu menjaga kerukunan dan hidup berdampingan setiap hari. dalam kehidupan sosial masyarakat di desa kletek juga masih sangat kental dengan tradisi dan budaya. pada setiap kesempatan seperti hari raya keagamaan, acara syukuran, Pernikahan, maupun kedukaan, masyarakat selalu bekerjasama dalam berbagai hal yang melibatkan semua masyarakat tanpa membedakan agama, suku dan ras. ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain bagaimana bisa menjaga lingkungan yang rukun dan toleransi dalam kehidupan umat beragama dapat terjaga dengan baik.

Dok.Pribadi: Kegiatan Doa Bersama Lintas Agama untuk Perdamaian Antar Umat Beragama.

Sebagai upaya dalam menjaga menjaga toleransi umat beragama di wilayahnya, pemerintah desa selalu mendukung setiap kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh semua umat. ini dilakukan agar tercipta rasa keadilan untuk semua tanpa membedakan yang mayoritas dan minoritas sehingga di tengah-tengah perbedaan, keharmonisan antara semua masyarakat tetap terjaga dengan baik.