Konten dari Pengguna

Desil dan Cara Keluarga Mengambil Keputusan Ekonomi Sehari-hari

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sopian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mengenai kondisi ekonomi keluarga dan pengambilan keputusan ekonomi sehari-hari. Dokumentasi/Ilustrasi pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengenai kondisi ekonomi keluarga dan pengambilan keputusan ekonomi sehari-hari. Dokumentasi/Ilustrasi pribadi.

Ketika membicarakan desil, perhatian masyarakat sering tertuju pada pertanyaan mengenai bantuan sosial. Padahal, istilah ini juga dapat membuka pembahasan yang lebih luas tentang bagaimana kondisi sosial ekonomi memengaruhi kehidupan keluarga sehari-hari.

Dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), desil digunakan untuk menggambarkan posisi relatif kesejahteraan keluarga berdasarkan karakteristik sosial ekonomi. Artinya, kondisi ekonomi rumah tangga tidak hanya dilihat dari satu angka pendapatan.

Hal tersebut menarik jika dikaitkan dengan cara keluarga mengambil keputusan ekonomi setiap hari.

Setiap Keluarga Memiliki Prioritas Berbeda

Setiap rumah tangga memiliki kebutuhan dan kemampuan yang berbeda.

Ada keluarga yang sebagian besar pendapatannya digunakan untuk makanan dan kebutuhan dasar. Ada yang harus membagi pendapatan untuk biaya pendidikan, transportasi, tempat tinggal, kesehatan, serta kebutuhan lainnya.

Perbedaan tersebut membuat keputusan ekonomi setiap keluarga tidak selalu sama.

Ketika pendapatan terbatas, seseorang mungkin harus menentukan kebutuhan mana yang harus dibayar terlebih dahulu. Sebaliknya, ketika kondisi keuangan lebih longgar, sebagian pendapatan mungkin dapat dialokasikan untuk tabungan, pengembangan usaha, atau kebutuhan lain.

Dari sini terlihat bahwa kondisi sosial ekonomi memiliki hubungan dengan cara seseorang mengelola sumber daya yang dimilikinya.

Pendapatan Bukan Satu-satunya Pertimbangan

Membandingkan dua keluarga hanya berdasarkan penghasilan bulanan juga belum tentu menggambarkan keadaan sebenarnya.

Dua keluarga dapat memiliki pendapatan yang sama, tetapi jumlah anggota keluarga, kondisi tempat tinggal, pekerjaan, kepemilikan aset, pendidikan, dan kebutuhan rutinnya berbeda.

BPS menjelaskan bahwa pemeringkatan desil dalam DTSEN mempertimbangkan berbagai karakteristik sosial ekonomi tersebut. Karena itu, desil sebaiknya dipahami sebagai posisi relatif kesejahteraan dan bukan sebagai label sederhana mengenai kaya atau miskin.

Pemahaman ini penting agar masyarakat tidak melihat kondisi ekonomi hanya dari nominal pendapatan.

Pengaruhnya Terlihat dalam Kehidupan Sehari-hari

Contohnya dapat dilihat dari keputusan sederhana ketika berbelanja.

Sebuah keluarga mungkin memilih membeli barang dalam jumlah lebih kecil agar anggaran tetap mencukupi sampai akhir bulan.

Keluarga lain mungkin memilih membeli dalam jumlah lebih banyak karena memiliki ruang anggaran dan tempat penyimpanan yang memadai.

Begitu juga dalam transportasi. Ada yang memilih kendaraan pribadi, ada yang menggunakan transportasi umum, dan ada pula yang menyesuaikan perjalanan dengan biaya yang tersedia.

Tidak ada satu keputusan yang berlaku untuk semua keluarga.

Pilihan tersebut dipengaruhi oleh kondisi dan prioritas masing-masing.

Karena itu, memahami ekonomi masyarakat membutuhkan sudut pandang yang lebih luas daripada sekadar melihat jumlah pendapatan.

Desil Bukan Penentu Masa Depan Seseorang

Hal yang juga perlu dipahami adalah posisi desil tidak menentukan masa depan ekonomi seseorang.

Sebuah keluarga dapat mengalami perubahan kondisi karena berbagai faktor.

Seseorang bisa mendapatkan pekerjaan baru. Usaha dapat berkembang. Pendapatan dapat berubah. Jumlah anggota keluarga juga dapat bertambah atau berkurang.

Perubahan tersebut dapat memengaruhi kondisi sosial ekonomi rumah tangga.

BPS menjelaskan bahwa posisi desil dapat berubah mengikuti perubahan kondisi sosial ekonomi keluarga dan posisi relatifnya dibandingkan keluarga lain.

Artinya, desil lebih tepat dipahami sebagai gambaran posisi pada suatu kondisi tertentu, bukan sebagai label permanen.

Mengapa Pemahaman Ini Penting?

Pemahaman mengenai desil dapat membantu masyarakat melihat persoalan ekonomi secara lebih realistis.

Kita sering menilai seseorang dari apa yang terlihat. Kendaraan yang digunakan, tempat tinggal, atau barang yang dimiliki terkadang dianggap cukup untuk menggambarkan kondisi ekonomi seseorang.

Padahal, keadaan ekonomi rumah tangga jauh lebih kompleks.

Di balik sebuah pendapatan terdapat kebutuhan, tanggungan, kewajiban, aset, serta berbagai keputusan yang harus dibuat setiap hari.

Karena itu, data sosial ekonomi dapat membantu memberikan gambaran yang lebih terstruktur mengenai masyarakat.

Namun, data tetap perlu dibaca bersama kondisi nyata di lapangan.

Ekonomi Rakyat Dimulai dari Rumah Tangga

Pada akhirnya, ekonomi rakyat bukan hanya tentang pasar, perusahaan, atau angka pertumbuhan ekonomi.

Ekonomi rakyat juga dimulai dari rumah tangga.

Ketika sebuah keluarga mengatur uang belanja, membayar kebutuhan pendidikan, memilih transportasi, menyimpan sebagian pendapatan, atau menjalankan usaha kecil dari rumah, sebenarnya mereka sedang melakukan aktivitas ekonomi.

Desil dapat menjadi salah satu cara untuk memahami keberagaman kondisi sosial ekonomi tersebut.

Yang terpenting bukan sekadar mengetahui seseorang berada pada desil tertentu, tetapi memahami bahwa setiap keluarga memiliki kondisi, kebutuhan, dan strategi ekonomi yang berbeda.

Dengan cara pandang tersebut, desil tidak hanya menjadi istilah dalam data sosial ekonomi. Ia dapat menjadi pengingat bahwa di balik setiap angka terdapat kehidupan masyarakat yang memiliki pilihan dan tantangan ekonomi masing-masing.