Konten dari Pengguna

Tren Makanan Sehat 2023: Pola Makan apa yang Perlu Diterapkan?

Muhammad Ridho Putranto

Muhammad Ridho Putranto

MAHASISWA UIN SYARIF HIDAYATULLAH JKT FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS EKONOMI PEMBANGUNAN 2023

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Ridho Putranto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kesadaran masyarakat akan pentingnya makanan sehat dan bergizi seimbang kian meningkat dari tahun ke tahun. Berbagai tren pola makan sehat pun bermunculan, mulai dari vegan, gluten free, hingga intermittent fasting. Pada 2023, ada beberapa tren pola makan sehat yang diprediksi akan semakin banyak diikuti.

sumber foto : pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
sumber foto : pixabay.com

Beberapa tren ini antara lain makanan nabati, ayurveda, dan pelesarian mikrobioma. Makanan dengan ketiga pendekatan ini dipercaya membawa banyak manfaat bagi kesehatan fisik maupun mental. Lalu, pola makan sehat seperti apa yang sebaiknya diterapkan di tahun 2023?

Makanan Nabati

Pola makan nabati atau lebih dikenal dengan istilah whole food plant-based diet (WFPBD) diprediksi akan semakin populer di tahun 2023. Pada dasarnya, pola makan ini mengutamakan makanan nabati seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan yang masih dalam bentuk utuh dan belum diolah.(Harvard Health Publishing, 2021)

Menurut pakar kesehatan dari Harvard Medical School, WFPBD dapat memberikan banyak manfaat seperti menurunkan risiko penyakit tidak menular, menjaga berat badan ideal, hingga meningkatkan usia harapan hidup.

sumber foto : pixabay.com

Ayurveda

Selain makanan nabati, minat masyarakat terhadap ayurveda atau pengobatan tradisional asal India juga kian meningkat. Ayurveda bukan sekadar pengobatan alternatif, namun juga menawarkan panduan pola makan sehat personalisasi berdasarkan tipe tubuh dan dosha seseorang. (Acharya, B. 2022).

Prinsip ayurveda adalah mengonsumsi makanan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, bukan sekadar selera. Dengan ayurveda, seseorang bisa menjalani pola makan yang tepat untuk mencapai keseimbangan dan kesehatan optimal secara holistik.

Pelestarian Mikrobioma

Tren ketiga yang diprediksi makin populer di 2023 adalah pelestarian mikrobioma usus dengan mengonsumsi makanan prebiotik dan probiotik. Menjaga keseimbangan mikroorganisme baik di usus ternyata berdampak besar bagi kesehatan, mulai dari pencernaan hingga kekebalan tubuh.

Makanan seperti yoghurt, kefir, sayuran fermentasi, dan supplemen probiotik kini makin ramai dikonsumsi guna menjaga kesehatan saluran cerna. Selain itu, makanan prebiotik seperti bawang putih, alpukat, dan asparagus juga penting untuk memberi nutrisi bagi kolostrum di dalam usus. (Wang, B., Jiang, X., Cao, M., Ge, J., Bao, Q., Tang, L., ... & Xu,2022)

Selain tiga besar tren yang disebutkan di atas, ada beberapa pola makan sehat lain yang diperkirakan akan populer di 2023. Beberapa di antaranya adalah intermittent fasting, anti-inflamasi, dan kaya antioksidan.

Intermittent Fasting

Intermittent fasting (IF) merupakan pola diet yang sudah jamak diterapkan beberapa tahun belakangan. Pada 2023, minat terhadap IF diperkirakan masih akan tinggi.

Alasannya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa IF berkaitan dengan berbagai manfaat kesehatan seperti penurunan peradangan, peningkatan sensitivitas insulin, hingga perpanjangan usia.

sumber foto : pixabay.com

Namun, intermittent fasting tidak disarankan untuk semua orang, terutama yang memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes tipe 1 maupun ibu hamil dan menyusui. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menerapkan IF agar aman dan sesuai kondisi tubuh.

Anti-Inflamasi

Penyakit kronis yang didorong oleh peradangan kronis makin marak, oleh karena itu prinsip makan anti-inflamasi ramai dianjurkan. Anti-inflamasi mengutamakan konsumsi makanan nabati, omega 3, dan antioksidan tinggi yang terbukti menurunkan marker inflamasi dalam tubuh.

Beberapa contoh menu anti-inflamasi antara lain buah berry, kacang-kacangan, ikan berlemak seperti salmon dan sarden, serta minyak zaitun.

Kaya Antioksidan

Terkait anti-inflamasi, minat masyarakat untuk mengonsumsi makanan tinggi antioksidan guna menangkal radikal bebas juga diperkirakan meningkat di 2023. Apel, teh hijau, kakao, dan beragam jenis berry adalah beberapa contoh sumber antioksidan alami yang baik.

sumber foto ;pixabay.com

Dengan menerapkan salah satu atau beberapa tren pola makan 2023 ini, diharapkan derajat kesehatan masyarakat khususnya yang tinggal di perkotaan dapat meningkat. Tetap perhatikan prinsip gizi seimbang dan kebutuhan nutrisi personal dalam menyusun pola makan ya.

Kesimpulan

Makanan sehat dengan beragam pendekatan mulai dari nabati, ayurveda, hingga perlestarian mikrobioma diprediksi makin populer di tahun 2023. Selain itu intermittent fasting, anti-inflamasi, dan kaya antioksidan juga jadi tren makanan sehat yang patut diperhatikan.

Menyusun pola makan sehat yang sesuai dengan gaya hidup dan kondisi kesehatan masing-masing individu sangat penting. Sebelum beralih ke suatu pola makan baru yang tren, konsultasikan terlebih dahulu dengan ahli gizi atau dokter.

Secara umum, peningkatan konsumsi buah, sayur, biji-bijian, kacang-kacangan, serta pembatasan gula olahan dan lemak jenuh perlu dilakukan. Aktivitas fisik yang cukup dan kontrol berat badan secara rutin juga tetap diperlukan untuk mendukung pola makan sehat.

Dengan menerapkan pola makan 2023 yang tepat dan sesuai, diharapkan risiko penyakit tidak menular yang kini makin tinggi bisa dicegah. Lebih dari itu, kualitas hidup yang lebih optimal dapat tercapai.

Baik tren ayurveda, nabati, microbioma, intermittent fasting, anti-inflamasi, ataupun antioksidan, semuanya bertujuan serupa yaitu menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Mari mulai terapkan salah satu tren makanan sehat 2023 dari sekarang!

Daftar Bacaan:

1. Harvard Health Publishing. (2021). Becoming a vegetarian. https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/becoming-a-vegetarian

2. Acharya, B. (2022). Ayurveda Diet: Eating Tips for Your Body Type. https://www.webmd.com/diet/ayurveda-diet

3. Wang, B., Jiang, X., Cao, M., Ge, J., Bao, Q., Tang, L., ... & Xu, J. (2022). Alteration of the Gut Microbiome: A Potential Target for the Management of Metabolic Diseases. Frontiers in pharmacology, 13. https://doi.org/10.3389/fphar.2022.935573