Konten dari Pengguna

Go-Jek Siapkan Go-Pay Syariah untuk Pengguna Muslim?

Pingit Aria

Pingit Aria

Lalalalalala

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pingit Aria tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Notifikasi berisi sebuah survei muncul pada aplikasi Go-Jek saya. Iseng, saya pun mengisinya sembari makan siang.

Go-Jek Siapkan Go-Pay Syariah untuk Pengguna Muslim?
zoom-in-whitePerbesar

Survei itu berisi beberapa pertanyaan yang diklaim untuk mendukung pelayanan Go-Pay. Di antaranya, ada pertanyaan menyangkut identitas dan profil keuangan, termasuk pekerjaan dan besaran penghasilan saya.

Selain itu, ada juga pertanyaan soal harapan saya terhadap layanan Go-Pay; seberapa penting kemudahan isi ulang saldo Go-Pay; apakah saya berharap bisa mengirim saldo Go-Pay ke rekening bank, dan lain-lain.

Tapi yang paling menarik bagi saya, adalah pertanyaan ini:

“Penting bagi saya untuk Go-Pay sesuai dengan prinsip hidup saya (misal: prinsip syariah, dll).”

Pilihan jawaban dari pertanyaan itu diwakili dengan angka 1 (sangat tidak setuju) hingga 5 (sangat setuju).

Go-Jek Siapkan Go-Pay Syariah untuk Pengguna Muslim? (1)
zoom-in-whitePerbesar

Saya jadi menebak-nebak apa yang direncanakan oleh Nadiem Makarim. Go-Pay Syariah rasanya cukup masuk akal. Potensi transaksinya pasti besar; selain bagi hasil dari dana mengendap (floating fund) saldo Go-Pay, pembayaran zakat, infaq, sedekah pun seharusnya bisa dilakukan melalui aplikasi. Apalagi, saldo Go-Pay untuk akun terverifikasi mencapai Rp 10 juta.

Belum lagi bila saldo Go-Pay nantinya bisa ditransfer ke rekening bank. Bisa saja Go-Pay turut menggarap tabungan haji dan umroh yang nilainya lebih besar lagi.

Tidak ada penjelasan dan Go-Jek. Saya juga tidak mendapat imbalan dari mengisi survei itu. Padahal, makan siang saja tidak ada yang gratis. Hehehe…