Sistem Bioflok untuk Budidaya Lele: Teknologi Sederhana dengan Manfaat Besar

Mahasiswa Akuakultur, Universitas Diponegoro
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Pinky Bersaby tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal memiliki potensi di sektor perikanan, khususnya budidaya ikan lele. Program dilandasi upaya untuk memberikan alternatif teknologi budidaya kepada para pembudidaya ikan lele guna meningkatkan produktivitas usaha budidaya. Atas dasar tersebut, mahasiswa KKN-T IDBU 33 UNDIP, Pinky Bersaby, melaksanakan program edukasi penerapan sistem bioflok pada budidaya ikan lele melalui penyampaian materi mengenai konsep, manfaat, dan penerapan sistem bioflok.
Kegiatan edukasi dilaksanakan melalui penyampaian materi menggunakan modul yang disusun sebagai panduan bagi pembudidaya. Materi yang diberikan meliputi pengertian sistem bioflok, prinsip kerja, manfaat, persiapan kolam, pengelolaan kualitas air, hingga faktor yang memengaruhi keberhasilan penerapan bioflok dalam budidaya ikan lele.
Selama kegiatan berlangsung, pembudidaya mengikuti materi dengan antusias dan aktif berdiskusi mengenai manfaat sistem bioflok, pentingnya aerasi, serta dampaknya terhadap kualitas air dan pertumbuhan ikan lele. Suasana diskusi yang interaktif menunjukkan tingginya minat peserta untuk memahami dan menerapkan teknologi budidaya yang lebih efektif.
Kesan: “Antusiasme peserta menjadi semangat bagi tim KKN untuk terus menghadirkan edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Diharapkan, ilmu yang telah dibagikan dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan produktivitas budidaya ikan lele sekaligus mendukung kesejahteraan pembudidaya di Desa Tambaksari”
Laporan oleh : Pinky Bersaby
