Aplikasi Jogja Digdaya: Inovasi Data Digital pelaporan dampak bencana di Sekolah

Plan International telah bekerja di Indonesia sejak 1969 dan resmi menjadi Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) pada tahun 2017. Kami bekerja untuk memperjuangkan pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Plan Indonesia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Yogyakarta, 7 Mei 2025 – Yogyakarta merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang rentan terhadap bencana. Tercatat sekitar 7.000 satuan pendidikan berada di kawasan rawan gempa bumi, sementara 125 sekolah berada di wilayah rawan letusan gunung api . Sehingga, pengurangan risiko bencana khususnya di satuan pendidikan perlu menjadi prioritas melalui pendekatan yang inovatif dan berkelanjutan.
Bertepatan dengan Hari Kesiapsiagaan Bencana dan Hari Pendidikan Nasional, Sekretariat Bersama Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) D.I. Yogyakarta, Dinas Komunikasi dan Informatika D.I Yogyakarta, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia), dengan dukungan pendanaan dari Prudence Foundation dan Prudential Indonesia melalui Plan International Hong Kong, meluncurkan aplikasi Jogja Digdaya. Aplikasi ini dirancang untuk menjadi pusat data digital yang menyajikan informasi cepat dan akurat terkait dampak kejadian bencana di satuan Pendidikan.
Sri Paduka Paku Alam X, Wakil Gubernur D.I Yogyakarta dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pihak yang terlibat dalam pengembangan aplikasi Jogja Digdaya tersebut. Semoga aplikasi yang dikembangkan dapat mendukung penguatan implementasi satuan Pendidikan aman bencana di D.I Yogyakarta. Sri Paduka juga berpesan agar implementasi SPAB perlu dilakukan secara massif, menarik, menyenangkan serta memberhatikan konteks local yang ada.
Sementara itu, Drs. Suhirman M.Pd Kepala Dinas DIKPORA D.I Yogyakarta yang hadir dalam peluncuran, mengungkapkan bahwa aplikasi ini merupakan simbol kesiapan Yogyakarta dalam merespon bencana di satuan Pendidikan.Selanjutnya kami akan melakukan sosialisasi pada seluruh satuan Pendidikan mulai dari PAUD hingga Pendidikan menengah atas untuk dapat menggunakan aplikasi Jogja Digdaya manakala terjadi bencana di sekolah.
Sistem ini bukan hanya alat untuk mendata dan melaporkan namun lebih jauh adalah bagian dari strategi memperkuat ketahanan sekolah dan memastikan pendidikan tetap berjalan dan hak anak tetap terpenuhi meskipun dalam situasi darurat bencana.
Aplikasi Jogja Digdaya akan menyajikan data dampak secara menyeluruh, termasuk informasi umum kejadian bencana, jumlah guru dan pelajar yang terdampak, kerusakan sarana dan prasarana (seperti buku dan ruang kelas), kebutuhan bantuan darurat, serta langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan.
Kolaborasi Demi Ciptakan Generasi Anak Tangguh Bencana
Peluncuran Aplikasi Jogja Digdaya merupakan bagian dari program Provinsi Model SPAB di Yogyakarta, yang telah diimplementasikan sejak 2022 oleh Plan Indonesia dengan memenuhi keseluruhan indicator provinsi model satuan Pendidikan aman bencana yakni penguatan regulasi, penganggaran, pembentukan dan penguatan sekber, pelibatan kaum muda dalam kapmanye, dan inovasi, dan pembentukan SPAB ditingkat sekolah, serta monitoring dan evaluasi.
Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Plan Indonesia menyatakan, “Plan Indonesia mengapresiasi komitmen dan langkah Pemerintah DIY dalam mewujudkan satuan pendidikan yang aman bencana, mulai dari pengukuhan Sekretariat Bersama SPAB, penerbitan Peraturan Gubernur tentang SPAB, hingga penyusunan roadmap implementasi. Melalui Program Provinsi Model SPAB, kami berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya generasi anak tangguh bencana. Di era digital seperti saat ini, digitalisasi menjadi kunci untuk mempercepat pemahaman atas dampak bencana dan merancang intervensi yang lebih efisien dan tepat sasaran, terutama bagi anak-anak yang merupakan kelompok rentan.”
Nicole Ngeow, Direktur Eksekutif Prudence Foundation mengungkapkan “Momen ini tidak hanya menandai kehadiran resmi aplikasi, tetapi juga menjadi pemicu kolaborasi yang lebih luas untuk mendorong adopsi di satuan pendidikan. Kami di Prudence Foundation bangga dapat berkontribusi dalam mendorong inovasi dan memastikan bahwa sekolah-sekolah di Indonesia semakin siap menghadapi ancama bencana termasuk krisis iklim melalui program Sekolah Aman.”
Aplikasi Jogja Digdaya mulai dikembangkan pada Mei 2024 dan ditargetkan untuk digunakan secara penuh pada 2025 oleh lebih dari 8000 satuan Pendidikan di D.I Yogyakarta. Proses pengembangannya dipimpin oleh Disdikpora DIY, dengan dukungan Forum Pengurangan Risiko Bencana DIY (termasuk Kwarda Pramuka DIY, KYPA, dan Lingkar), dan Dinas Komunikasi dan Informatika DIY melalui berbagai proses seperti pemetaan aplikasi serupa, pengembangan system dan koordinasi lintas pihak, uji coba, serta perbaikan dan finalisasi.
