Konten Media Partner

Jagat Sinema BumiLangit Ungkap Klip Serial Tira di Indonesia Comic Con

Play Stop Rewatchverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Play Stop Rewatch, Jakarta - Jagat Sinema BumiLangit kian luas dengan diperkenalkannya serial Tira di Indonesia Comic Con 2022, Sabtu, 1 Oktober 2022. Joko Anwar, selaku produser di balik serial Tira menyampaikan bahwa serial tersebut akan memiliki peran yang tidak kecil dalam pengembangan kisah Jagat Sinema BumiLangit ke depannya. "Serial ini akan menjadi origin dari karakter Tira dan tayang eksklusif di Disney+ Hotstar," ujar Joko Anwar pada jumpa pers di Indonesia Comic Con 2022.

Joko melanjutkan, serial Tira akan mulai tayang pada tahun depan meskipun tanggal tepatnya belum ditetapkan. Walau begitu, ia bisa memastikan serial yang diperankan Chelsea Islan itu akan memiliki delapan episode.

Ilustrasi karakter Tira dari Jagat Sinema BumiLangit
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi karakter Tira dari Jagat Sinema BumiLangit

Beberapa cuplikan dari serial tersebut sempat ditunjukkan ke pengunjung Indonesia Comic Con untuk menjawab rasa penasaran mereka. Walau begitu, pengunjung tidak diperbolehkan untuk merekam cuplikan yang ada karena proses pro-produksi belum rampung dan memang ditujukan sebagai materi eksklusif Indonesia Comic Con. Cuplikan yang tampil tidak terlalu panjang. Sifatnya lebih seperti montase, kumpulan berbagai klip, dibanding sebuah trailer. Walau begitu, beberapa adegan yang diperlihatkan sudah bisa memberikan gambaran seperti apa serial Tira ke depannya.

Seperti Gundala ataupun Sri Asih, yang juga bagian dari Jagat Sinema BumiLangit, karakterisasi Tira mengalami sejumlah perubahan di serialnya. Di klipnya, ia ditampilkan sebagai seorang mahasiswi dengan nama asli Suci.

Sebagai mahasiswi, Suci diperlihatkan bercita-cita untuk menjadi stuntwoman. Klip menunjukkan Suci terlibat dalam berbagai produksi film laga. Namun, karena alasan yang belum terungkap, hal tersebut mempertemukan ia dengan kelompok-kelompok penjahat yang mengharuskan ia menggunakan kemampuan bela diri yang ia punya.

Chelsea Islan, pemeran Suci di serial Tira

Selanjutya penonton diperlihatkan berbagai adegan di mana Suci tidak hanya berkelahi dengan para penjahat yang belum diketahui identitasnya itu, namun juga berkejar-kejaran dengan mereka. Nah, di penghujung klip, tampak Suci berlatih menembak dengan aktris yang menjadi idolanya, Widya dan adegan itu ditutup dengan Suci melihat kostumnya beserta senapaan mesin di kanan kirinya.

Joko melanjutkan, penonton tidak hanya akan menemukan laga di serial Tira. Ia berkata, Tira juga sarat akan drama, terutama segala drama yang timbul ketika seseorang berada di fase young adult. Ia tidak menutup kemungkinan bakal ada elemen romance di serial Tira.

"Ini cerita Young Adult, di masa-masa kuliah. Semua yang terjadi di masa itu ada di Tira," ujar Joko diplomatis.

Zahir Omar, selaku sutradara dari Tira, mengamini pernyataan Joko. Ia mengatakan penonton akan menemukan banyak drama dan action di serial Tira yang proses shooting-nya sendiri memakan waktu berbulan-bulan.

Beberapa cast serial Tira yang diperkenalkan di Indonesia Comic Con 2022

"Kami mulai persiapan di bulan Oktober tahun lalu dan mulai shooting di bulan Februari...Seru, kami shooting di Blora dan juga Sentul," ujar Zahir.

Chelsea Islan, selaku pemeran Suci, mengaku menghabiskan waktu dua bulan bersama choreographer dan stunt coordinator untuk mempersiapkan dirinya bermain di serial Tira. Maklum, kata Chelsea, ia melakukan berbagai adegan fisik di mana ada yang dibanting maupun digantung. "Hal yang paling sulit (selama produksi) adalah belajar sabar," ujar Chelsea mengingat proses shooting adegan laga. Selain Chelsea, serial Tira juga melibatkan Bhisma Mulia, Asri Welas, Marcell Siahaan, Mathias Muchus, Agnes Naomi, serta Karina Suwandi. Karakter Tira sendiri adalah ciptaan komikus asal Yogyakarta, almarhum Gun Mardiono alias Nono GM. Ia tidak hanya menggambar karakter Tira, tetapi juga menulis kisahnya. Adapun komik pertama Tira diketahui terbit tahun 1973.