Review Film Uncharted: Adaptasi Terbaik Dari Video Game Ke Film?

Konten Media Partner
16 Februari 2022 13:31 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical

Film Yang Seru, Walaupun Tidak Sekeren Versi PlayStation Game

Poster film Uncharted, dibintangi Tom Holland dan Mark Wahlberg.
ADVERTISEMENT
Play Stop Rewatch, Jakarta - Film Uncharted adalah adaptasi video game ke film yang playing it safe, tetapi pada akhirnya lumayan efektif untuk memperkenalkan sang pemburu harta karun Nathan "Nate" Drake. Meski bermain aman, tetap ada berbagai perubahan dalam hal karakter maupun detil cerita dibanding seri gamenya di PlayStation yang kemungkinan akan membuat penggemar gamenya sulit untuk menerima film ini.
ADVERTISEMENT
Kisah film Uncharted bisa dilihat sebagai sebuah origin story yang tidak membuang banyak waktu untuk menjelaskan latar belakang dari karakter-karakternya. Dari awal film kita langsung diperlihatkan apa yang dilakukan oleh Nathan Drake (Tom Holland), seorang penjaga bar yang suka mencuri dan memburu harta karun. 'Hobi' tersebut mempertemukannya dengan pemburu harta veteran Victor "Sully" Sullivan (Mark Wahlberg) yang kemudian mencoba merekrutnya.
Memiliki tujuan yang sama, keduanya sepakat bekerjasama dan itulah fondasi kisah film Uncharted. Walaupun Nate punya alasan ekstra yang mendorongnya untuk pergi bertualang, premis dasar filmnya hanyalah Nate dan Sully pergi bertualang bersama untuk mencari harta karun tersembunyi.
Introduction tersebut membuat filmnya tidak terasa basa-basi atau menghabiskan waktu dengan monolog atau eksposisi panjang. Bahkan, tidak butuh waktu lama bagi Nate dan Sully untuk bertemu dengan Chloe Frazer (Sophia Ali), tokoh yang juga ada di seri gamenya di mana akan membuat fans tersenyum. Tentu Uncharted akan bisa mendapatkan nilai plus dari kami jika memberikan waktu sedikit lebih banyak untuk mendevelop karakter-karakternya seperti di game, namun apa yang ditawarkan ke kami tidak buruk.
ADVERTISEMENT
Para penulis skrip dan sutradara Ruben Fleischer (Venom, Zombieland) sepertinya dengan sengaja tidak menganggap plot yang ada di gamenya sebagai suatu hal yang serius, melainkan sebagai inspirasi saja. Mereka ingin membawa spirit yang ada di gamenya, namun juga tidak ingin terkekang oleh batasan-batasan cerita yang sudah kadung established. Hasilnya, film ini bisa dilihat sebagai dua hal. Hal pertama, sebagai film yang terinspirasi cutscene video game Uncharted sepanjang dua jam (yang, menurut saya, secara teknis adalah film juga). Hal kedua, sebagai film yang mencoba memperkenalkan kisah baru untuk penonton yang belum pernah memainkan game Uncharted.
The biq question sesungguhnya dari film ini sejak belum rilis adalah apakah Tom Holland dapat memainkan Nathan Drake (versi muda). Banyak yang meragukan bintang Spider-man itu bisa memerankan Nathan Drake yang swagger, pecicilan, dan adventurous itu. Untungnya, Tom membuktikan bahwa ia memiliki cukup kualitas yang diperlukan untuk menjadi Nate muda. Memang gaya atau kepribadian Nate versi lebih dewasanya (seperti di game) belum terlalu terlihat, namun benih-benihnya sudah ada.
Chemistry Tom Holland dan Mark Wahlberg sebagai murid & mentor benar-benar terasa di film Uncharted.
Mark Wahlberg, surprisingly, juga berhasil memerankan sosok mentor yang bijaksana untuk Holland, walaupun beberapa hal yang menjadi trademark untuk karakternya, Sully, tidak terlihat di versi filmnya. Di gamenya, Sully adalah karakter ikonik dengan kumis tebal dan suara yang dalam, hal-hal yang tidak terlihat oleh versi Mark Wahlberg . Walaupun begitu, hal ini tidak terlalu mengganggu karena Sully di film ini adalah dirinya yang lebih muda. Dan, yang pasti Wahlberg dan Holland memiliki chemistry yang klop, baik dalam adegan komedi ataupun emosional yang bersifat dramatis.
ADVERTISEMENT
Berbeda dengan karakter-karakter utamanya, Uncharted kurang memberikan villains yang memorable. Walaupun Antonio Banderas adalah aktor terkenal, sayangnya karakternya yang bernama Moncada kurang cukup tampil di layar. Screen time-nya tidak terlalu banyak dan hal itu diperburuk sifat yang one dimensional. Sementara itu, bawahan Moncada, Braddock (Tati Gabrielle), saingan dari Sully di film ini, tidak terlalu lihat kepribadiannya karena hanya di tunjukkan sebagai seseorang yang serakah.
Masalah-masalah tersebut dikarenakan filmnya kurang memberi waktu untuk mengeksplor latar belakang dan sifat masing-masing villains tersebut. Namun, di satu sisi, kedua antagonis ini memiliki kesamaan dari sifat mereka yang serakah di mana keserakahan menjadi tema utama dari film Uncharted ini. Tema keserakahan tersebut sering diingatkan kepada penonton dalam tiga act filmnya yang seiring berjalannya waktu semakin memuncak dan baru benar-benar bombastis di bagian akhir.
Antonio Banderas sebagai salah satu antagonis malah gampang dilupakan karena kurang iconic.
Salah satu adegan paling keren ada di act terakhir adalah saat Nate dan Sully melawan para kaki tangan sang antagonis dengan action yang terasa seperti pencampuran film-film bajak laut, film action, dan juga momen-momen yang terasa mirip game Uncharted sendiri. Tidak sedikit adegan yang terasa seperti saat kita bermain game dan diminta memencet tombol dalam quick time events agar karakter utamanya lolos dari ancaman mematikan.
ADVERTISEMENT
Tentunya adegan-adegan laga tersebut juga diiringi oleh lantunan score/soundtrack instrumental yang sangat cocok untuk filmnya. Bahkan beberapa bagian dari theme utama film ini terdengar mirip dengan theme Nate Drake dari seri video game Uncharted. Ramin Djawadi, yang sudah terkenal menjadi composer untuk TV series Game of Thrones dan Eternals, mampu mengangkat rasa petualangan yang mengagumkan dari musik film ini.
Overall, hal utama yang bisa didapat dari film ini adalah fun yang merupakan esensi dari Uncharted. Contohnya dari Nate, Sully, dan Chloe yang berguyon ataupun mengolok-olok satu dengan yang lainnya, baik itu tentang kepribadian mereka ataupun sifat Sully yang gaptek layaknya bapak-bapak zaman sekarang. Mereka bertiga juga banyak terlibat dalam perkelahian, adegan kejar-kejaran, menghadapi jebakan yang berbahaya, memecahkan teka-teki, dan berkeliling dunia.
ADVERTISEMENT
Selain itu, Uncharted mampu membedakan dirinya dari film-film petualangan lain yang bersifat generik. Uncharted tidak hanya fokus terhadap action, tapi juga tek-tok dialog antar karakter yang asik untuk diikuti plus kelakuan konyol Nate di saat nyawanya terancam. Contohnya adalah interaksi antara Nate dengan Moncada, salah satu karakter antagonis di film ini. Penonton biasa akan merasa terhibur saat mereka berinteraksi pertama kali, tapi bagi mereka yang akrab dengan gamenya, para fans akan senang melihat sifat-sifat Nathan Drake yang muncul dalam adegan tersebut.
Uncharted Tayang Di Indonesia Mulai Hari Ini, Rabu, 16 Februari 2022.A
Akhir kata, Uncharted adalah film adaptasi dari video game yang ternyata seseru source materialnya. Sebagai Nathan Drake muda, Tom Holland sangat menghibur untuk ditonton dan chemistry-nya dengan Victor Sullivan yang diperankan Mark Wahlberg merupakan highlight dari film ini. Akan tetapi, para karakter antagonisnya akan mudah dilupakan setelah keluar dari bioskop. Ceritanya juga biasa-biasa saja, hanya ditopang oleh adegan action keren (yang menangkap spirit gamenya) dan interaksi antar karakter utamanya. Film ini (lebih) cocok untuk memperkenalkan fans baru ke dunia Uncharted yang berisi Nate dan kawan-kawannya karena beberapa perubahan dari versi video gamenya yang membuat fans hardcore seperti kami ingin lebih.
ADVERTISEMENT
Isaac William Jefferson Mandagie