Bisnis
·
7 Juni 2018 14:39

Trukita Ingin Jadi Leading Trucking Marketplace di Indonesia

Konten ini diproduksi oleh Plug and Play Indonesia
Progam akselersi Plug and Play Indonesia telah rampung beberapa waktu lalu. Diikuti oleh sebelas startup, program yang berlangsung selama tiga bulan ini kembali membuktikan konsistensinya dalam memberikan dukungan terhadap startup-startup potensial di Indonesia, salah satunya adalah Trukita.
ADVERTISEMENT
Hadir sebagai marketplace trucking di Indonesia, Trukita berharap dapat mempermudah hidup banyak orang. Founder sekaligus CEO Trukita, Ady Bangun, mengatakan bahwa startup-nya juga mendapat banyak bantuan dan pengalaman berharga dari Plug and Play Indonesia yang mendorong startup-nya berkembang lebih besar.
Trukita beri solusi keterbatasan layanan di bidang logistik angkutan darat
Trukita Ingin Jadi Leading Trucking Marketplace di Indonesia (79582)
Ady menuturkan bahwa Trukita merupakan sebuah perusahaan teknologi yang bergerak di bidang logistik angkutan darat, terutama kargo dan truk. Trukita memiliki dua konsep model bisnis, yaitu marketplace dan teknologi. Untuk konsep martketplace, Trukita mempertemukan UKM maupun perusahaan-perusahaan besar dengan perusahaan trucking.
Sedangkan untuk teknologi, Trukita menyediakan dashboard untuk tiga pihak. Pertama adalah customer agar dapat mengetahui semua status pengiriman. Kedua, trucking company agar mengetahui jumlah armada, supir, dan pengiriman. Terakhir, aplikasi untuk supir menerima order, sebagai GPS, dan track status setiap pengiriman melalui Trukita.
ADVERTISEMENT
Marketplace sebagai solusi bagi semua pihak di bidang logistik
Ide membangun bisnis trucking diperoleh Ady ketika salah satu anggota keluarganya memintanya untuk membuat website perusahaan trucking yang sudah berjalan selama lebih dari dua puluh tahun. Dengan adanya website, diharapkan nama perusahaan lebih dikenal target konsumen. Namun, masalahny, tidak semua perusahaan dapat menjalankan website secara optimal.
“Kita bisa saja bikin digital agency yang khusus bikin website untuk perusahaan-perusahaan trucking, tapi kita sadar bukan itu masalah sebenarnya. Jadi, dari awal konsep marketplace memang paling tepat. Berbagai perusahaan seperti manufaktur juga bermasalah di logistik. Ini yang ingin kita atasi,” katanya.
Trukita ingin jadi leading trucking marketplace di Indonesia
Sebagai entrepreneur, Ady mengaku menghadapi banyak tantangan, termasuk sulitnya mencari rekan membangun startup. Dulunya bekerja sebagai banker, Ady tidak punya banyak teman entrepreneur pada masa-masa awal pembuatanya startup-nya. Godaan untuk kembali bekerja di bidang profesional juga besar. Namun, goal-nya untuk menjadi leading trucking marketplace di Indonesia membuatnya terus maju.
ADVERTISEMENT
“Kita ingin dikenal semua masyarakat, terutama masyarakat bisnis sebagai penyedia jasa trucking dan teknologi trucking yang ada di Indonesia untuk time frame lima tahun ke depan. Untuk sepuluh tahun dari sekarang kita ingin jadi logistik ekosistem. Jadi, kita mau cover semua, darat, laut, dan udara,” tuturnya.
Ia pun menyebut ingin mempermudah hidup orang banyak. “Itu yang selalu jadi fondasi saya. Keluarga besar saya datang dari trucking industry. Industri trucking masih berjalan tapi sayangnya rendah adopsi teknologi, itu yang mau kita transformasikan. Kalau saya mau bikin kontribusi, paling pas di logistik,” tambahnya.
Rangkaian kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang entrepreneur menurut Ady
Berganti profesi bukanlah perkara mudah, namun Ady melakukannya demi mencapai tujuan yang lebih besar. Ia pun menyebut tiga hal yang patut dimiliki seorang entrepreneur. Pertama adalah the ability to connect the dots, menghubungkan berbagai informasi yang tersebar dalam sebuah aksi yang dieksekusi.
ADVERTISEMENT
“Kedua, you have to be able to communicate your idea to people. Ketiga, kemampuan beradaptasi. Dalam prosesnya mungkin harus pindah ke produk B, tapi tetap untuk mengejar ide besarnya. Jangan egois, you don’t get everything right,” katanya.
Pertemuan Trukita dengan Plug and Play Indonesia
Ady berbagi cerita mengenai pertemuannya dengan Plug and Play Indonesia. Selain banyak membaca buku mengenai dunia startup, ia juga rutin menghadiri event startup, termasuk yang digelar Plug and Play. Dari sana, Ady tertarik bergabung pada batch kedua. “Plug and Play fokus ke BtoB, jadi sudah pas banget. Mereka juga punya corporate partner yang merupakan target konsumen kita,” ungkapnya.
Ady juga menyebut bahwa proses pendaftaran dan seleksi yang dilakukan oleh Plug and Play Indonesia cukup mudah dan fun. Nuansa profesional pun menurutnya sangat terasa. “Yang pasti Plug and Play adalah our first investor, untuk external financing. Terus networking dan berkat Plug and Play kita bisa ketemu corporate partner seperti Astra, BNI, dan BTN. Kalau solo mungkin prosesnya sangat ribet dan nggak ada jaminan bisa ketemu,” kata Ady.
ADVERTISEMENT
“Yang paling berkesan dalam batch kedua bagi saya adalah kesempatan berkolaborasi. Kita bisa lebih ngerti teman startup lain lagi ngerjain apa dan bisa bayangin kolaborasi di mana dan paling pasti share ilmu sesama kita. Program ini menghadirkan banyak sesi yang memberi kita kesempatan bergaul dengan startup lain yang sangat memperkaya in terms of knowledge,” tutupnya.