Konten dari Pengguna

Cegah Kekerasan Anak, KKNT 116 Unhas Sosialisasi "Body Mapping" di Bajiminasa

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aulia Putri Ananda M, tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pelaksana program KKN Unhas Gelombang 116, Dwito, menyampaikan materi pemetaan batasan tubuh (Body Mapping) dan edukasi sentuhan aman kepada siswa MIS Cendekia Saukang di Desa Bajiminasa, Bantaeng, Jumat (17/07/2026).
zoom-in-whitePerbesar
Pelaksana program KKN Unhas Gelombang 116, Dwito, menyampaikan materi pemetaan batasan tubuh (Body Mapping) dan edukasi sentuhan aman kepada siswa MIS Cendekia Saukang di Desa Bajiminasa, Bantaeng, Jumat (17/07/2026).

BANTAENG – Menjawab kerentanan anak terhadap kasus kekerasan seksual, mahasiswa Psikologi Unhas dalam KKN Gelombang 116, Dwito Kurniawan Ekaputera, memprakarsai sosialisasi "Kenali Sentuhan Aman: Edukasi Body Mapping" di Desa Bajiminasa, Bantaeng.

Program edukasi batasan tubuh ini dilaksanakan bersamaaan dengan proker “Gebrak Bullying” dan “Edukasi Jajanan Sehat” di dua lokasi berbeda, yakni di MI Cendekia Saukang (Dusun Saukang 2) pada Jumat (17/07/2026) dan berlanjut ke SD Inpres Layoa pada Kamis (23/07/2026).

Mengingat metodenya butuh penanganan sensitif, Dwito mengemas materi lewat bernyanyi interaktif bagi siswa MI serta sajian media visual kontekstual bagi siswa SD. Anak-anak diajak mengenali area tubuh privat yang tidak boleh disentuh orang lain serta dilatih untuk berani menolak dan melapor jika merasa terancam.

Dwito menekankan bahwa keberanian anak untuk bersuara adalah kunci keselamatan.

"Isu batas tubuh ini krusial tapi seringkali tabu dibicarakan, padahal anak-anak sangat rentan jadi korban. Kami mengemasnya lewat lagu dan visual bukan untuk menakut-nakuti, tapi demi menanamkan keberanian kepada anak-anak agar mereka berani tegas bilang 'TIDAK' dan melapor saat merasa terancam," ungkap Dwito.

Pelaksana program KKN Unhas Gelombang 116, Dwito, memberikan edukasi batasan tubuh dan pengenalan sentuhan aman melalui metode Body Mapping kepada siswa SD Inpres Layoa di Desa Bajiminasa, Bantaeng, Kamis (23/07/2026).

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 5 (Kesetaraan Gender) dan poin 16 (Perlindungan Anak dari Kekerasan). Edukasi ini diharapkan menjadi benteng pertahanan awal bagi keselamatan anak-anak di Desa Bajiminasa.