Cegah Kekerasan Seksual, KKNT 116 Unhas Edukasi Kespro dan Rumus 2T2L

Kabar resmi KKN Gel. 116 UNHAS Desa Bajiminasa. Menghadirkan warta pemberdayaan perempuan dan anak, serta lika-liku nyata di balik layar kehidupan posko.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Aulia Putri Ananda M, tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
BANTAENG — Memasuki masa remaja, pemahaman mengenai perubahan tubuh serta perlindungan diri menjadi hal yang sangat krusial. Menanggapi hal tersebut, mahasiswa KKN Tematik (KKNT) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Desa Bajiminasa menggelar program edukasi komprehensif bagi pelajar tingkat SMP dan SMA di wilayah setempat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen mahasiswa Unhas dalam mendukung ketercapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Poin 3 (Kesehatan yang Baik dan Sejahtera), Poin 4 (Pendidikan Berkualitas), dan Poin 5 (Kesetaraan Gender) melalui pencegahan kekerasan berbasis gender dan literasi kesehatan reproduksi remaja
Program yang diinisiasi oleh mahasiswa KKNT 116 Unhas, Andi Nashwa Syhaila, ini dilaksanakan dalam dua rangkaian kegiatan dengan fokus materi yang saling melengkapi.
Pada sesi pertama yang berlangsung di MTsS Cendekia Saukang dan MA Darul Hikmah pada Kamis (16/7/2026), peserta dibekali materi pencegahan kekerasan seksual melalui strategi taktis bernama Rumus 2T2L (Tolak, Teriak, Lari, Lapor). Edukasi ini memberikan panduan praktis bagi para siswa agar berani mengambil tindakan tegas jika menghadapi situasi yang tidak aman.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan pada sesi kedua di SMPN 2 Gantarangkeke pada Senin (3/8/2026). Pada sesi ini, Nashwa membawakan modul "Tahu Diri, Jaga Diri" yang berfokus pada kesehatan reproduksi remaja. Materi mencakup pemahaman perubahan fisik dan emosional saat pubertas, pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, prinsip otoritas tubuh, hingga etika serta keamanan dalam menggunakan media sosial.
Penanggung jawab kegiatan, Andi Nashwa Syhaila, menjelaskan bahwa program ini dirancang interaktif agar isu sensitif seperti kesehatan reproduksi dan perlindungan diri dapat dipahami dengan baik oleh remaja tanpa rasa canggung.
"Banyak remaja yang masih bingung menghadapi masa pubertas dan minim literasi soal batasan tubuh. Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali mereka agar paham perubahan dirinya, tahu cara menjaga kebersihan organ reproduksi, serta memiliki keberanian untuk menolak dan melapor jika ada tindakan yang melanggar batas," ujar Nashwa usai kegiatan.
Diharapkan lewat sosialisasi ini, para remaja di Desa Bajiminasa tidak hanya mampu memahami perubahan pada dirinya sendiri, tetapi juga memiliki kesadaran penuh untuk melindungi keselamatan pribadinya dari berbagai ancaman kekerasan.
