Konten dari Pengguna

Ciptakan Sekolah Aman Perundungan, KKNT Unhas Inisiasi Program "Gebrak Bullying"

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aulia Putri Ananda M, tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116, Aulia Putri Ananda M., menampilkan tayangan refleksi interaktif di hadapan siswa MTsS Cendekia Saukang dan MA Darul Hikmah untuk memantik keberanian peserta membagikan pengalaman perundungan di Desa Bajiminasa, Bantaeng, Kamis (16/07/2026).
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116, Aulia Putri Ananda M., menampilkan tayangan refleksi interaktif di hadapan siswa MTsS Cendekia Saukang dan MA Darul Hikmah untuk memantik keberanian peserta membagikan pengalaman perundungan di Desa Bajiminasa, Bantaeng, Kamis (16/07/2026).

BANTAENG – Maraknya kasus perundungan anak di lingkungan sekolah mendorong tim KKN Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) bergerak cepat. Mereka menyelenggarakan program edukatif "Gebrak Bullying" (Gerakan Bersama Anak Hebat Bebas Bullying) yang dilaksanakan secara bertahap di empat sekolah Desa Bajiminasa, Bantaeng sepanjang pertengahan Juli 2026.

Rangkaian kegiatan diawali pada Kamis (16/07/2026) di MTsS Cendekia Saukang dan MA Darul Hikmah (Dusun Saukang 2). Sosialisasi berlanjut di MI Cendekia Saukang pada Jumat (17/07/2026), sebelum akhirnya ditutup di SD Inpres Layoa pada Kamis (23/07/2026).

Pelaksana program, Aulia Putri Ananda M., merancang pendekatan emosional yang menyasar akar masalah perundungan. Untuk jenjang SD/MI, materi dikemas lewat permainan interaktif tentang persahabatan. Sementara untuk jenjang MTsS dan MA, siswa diajak melakukan sesi refleksi emosional butterfly hug serta penulisan lembar curahan hati.

Tim KKN Unhas Gelombang 116 foto bersama siswa dan guru SD Inpres Layoa usai pelaksanaan program sosialisasi pencegahan perundungan 'Gebrak Bullying' di Desa Bajiminasa, Bantaeng, Kamis (23/07/2026).

Aulia menegaskan bahwa penanganan bullying butuh kesadaran emosional yang mendalam.

"Kami tidak mau sekolah cuma jadi tempat anak-anak datang belajar dengan rasa takut akibat perundungan. Lewat 'Gebrak Bullying', kami ingin menyentuh sisi emosional mereka agar tidak ada lagi anak di Desa Bajiminasa yang merasa sendirian, tertekan, atau takut melangkah ke sekolah," tegas Aulia.

Inisiatif ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dan poin 16 (Perdamaian dan Kelembagaan yang Tangguh). Tim KKN Unhas berharap gerakan ini mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan suportif di Desa Bajiminasa secara berkelanjutan.