KKNT 116 Unhas Gelar Sosialisasi Pembentukan PATBM di Desa Bajiminasa

Kabar resmi KKN Gel. 116 UNHAS Desa Bajiminasa. Menghadirkan warta pemberdayaan perempuan dan anak, serta lika-liku nyata di balik layar kehidupan posko.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Aulia Putri Ananda M, tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
BANTAENG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Pemberdayaan Perempuan dan Anak sukses menyelenggarakan sosialisasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM). Kegiatan ini berlangsung di kantor Desa Bajiminasa, Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng, pada Kamis (06/08). Program ini merupakan langkah taktis dalam mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 5 tentang Kesetaraan Gender dan Poin 16 mengenai Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.
Inisiasi ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif warga dalam pemenuhan hak anak serta mempersiapkan pembentukan kepengurusan struktural PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat) tingkat desa. Pihak kecamatan menyambut baik kegiatan edukatif ini karena relevan dengan isu-isu sosial kontemporer.
"Sangat penting memberikan perlindungan dan hak anak mulai dari pendidikan hingga kasih sayang demi menyambut Generasi Emas 2045," tegas Ilfiana, S.E., Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Kecamatan Gantarangkeke.
Kepala Bidang PPPA Dinas PMD-PPPA Bantaeng, St. Ramlah, S.E., M.M., hadir langsung memaparkan materi utama. Beliau menjelaskan bahwa PATBM merupakan gerakan terstruktur masyarakat yang berfungsi mencegah kekerasan, penelantaran, serta merespons cepat kasus anak melalui jejaring terintegrasi gratis seperti Puspaga, UPT PPA, hingga YBH PA Bangkit.
Kepala Desa Bajiminasa mengapresiasi penuh proker besar ini.
"Perlindungan anak adalah masalah krusial. Edukasi dini dan program ini sangat kami butuhkan di desa," tuturnya.
Sebagai keberlanjutan program, mahasiswa KKNT gelombang 116 Unhas bersama pemerintah setempat akan meresmikan dan me-launching struktur kepengurusan PATBM yang beranggotakan 10–12 tokoh masyarakat esensial pada momentum seminar hasil mendatang.
