KKNT 116 Unhas Sulap Limbah Kakao Bajiminasa Jadi Sabun Cair

Kabar resmi KKN Gel. 116 UNHAS Desa Bajiminasa. Menghadirkan warta pemberdayaan perempuan dan anak, serta lika-liku nyata di balik layar kehidupan posko.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Aulia Putri Ananda M, tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
BANTAENG — Bertekad mengubah limbah perkebunan menjadi produk bernilai guna, mahasiswa KKN Tematik (KKNT) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Desa Bajiminasa menggelar pelatihan pembuatan sabun cair dari limbah kulit kakao pada Jumat (7/8/2026).
Program yang diinisiasi oleh mahasiswa KKNT 116 Unhas, Putri Reski Nur, ini menyasar kelompok ibu-ibu di Desa Bajiminasa sebagai pemanfaat utama. Inisiatif ini juga mendukung ketercapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pemberdayaan ekonomi kreatif warga, serta Poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) lewat pemanfaatan limbah organik perkebunan.
Potensi perkebunan kakao yang melimpah di Desa Bajiminasa kerap menyisakan kulit kakao yang hanya menumpuk menjadi limbah. Melihat kondisi tersebut, Putri memanfaatkan formulasi ilmiah sederhana untuk mengekstrak kandungan kulit kakao menjadi bahan baku pembuat sabun cair yang aman dan ramah lingkungan.
Dalam sesi pelatihan yang berlangsung interaktif, Putri memperagakan secara langsung tahapan pengolahan mulai dari ekstraksi bahan hingga proses pencampuran. Uniknya, usai pelatihan pada Jumat, campuran sabun perlu diendapkan semalaman hingga Sabtu (8/8/2026) agar busa sabun stabil dan siap dikemas dalam wadah.
Penanggung jawab kegiatan, Putri Reski Nur, mengungkapkan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memberikan keterampilan praktis yang langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh rumah tangga warga desa.
"Kelebihan dari produk ini adalah memanfaatkan bahan lokal yang melimpah dan sangat mudah didapatkan di sekitar desa. Selain bisa dipakai untuk kebutuhan kebersihan sehari-hari di rumah tangga, keterampilan ini juga punya potensi untuk dikembangkan menjadi produk usaha rumahan," ujar Putri usai penyerahan produk hasil jadi.
Inovasi pemanfaatan limbah ini disambut hangat oleh warga. Selain menekan penumpukan limbah organik perkebunan, program ini diharapkan dapat menghemat pengeluaran rumah tangga warga Desa Bajiminasa sekaligus membuka peluang wirausaha baru bagi kelompok perempuan desa.
