kumparan
2 Jun 2018 14:41 WIB

Barak 106 Siap di Garda Terdepan Apabila Ada Yang Ingin Mengganti Pancasila

Menjadi keprihatinan bersama mengenai Pancasila sebagai falsafah negara yang mulai terpinggirkan akhir-akhir ini. Karena hal itu, elemen masyarakat yang menamakan dirinya Barisan Rakyat 1 Juni (Barak 106) mengajak seluruh warga masyarakat untuk bersama membangun bangsa demi kesejahteraan bersama dengan semangat Pancasila.
ADVERTISEMENT
"Pancasila yang lahir pada 1 Juni disepakati menjadi dasar negara dan falsafah negara kesatuan Republik Indonesia. Dasar dan falsafah bermetamorfosis jadi ideologi negara dan satu-satunya ideologi dalam kehidupan kebangsaan," ujar Ketua Barak 106, Jaenal Pangaribuan, Jumat (01/06) saat Deklarasi Barak 106, di Hotel Dafam Malioboro Yogyakarta.
Dalam deklarasi tersebut dijelaskan pula bahwa Pancasila perlu lebih dioperasionalkan dalam kehidupan bernegara, berbangsa, dan bermasyarakat, serta diyakini itulah yang terbaik untuk bangsa Indonesia tanpa menutup diri pada perkembangan global.
"Kami sejawat yang setia pada pancasila mengambil peran mengoperasikan pancasila dengan sentuhan-sentuhan kebudayaan dalam semangat persaudaraan (brotherhood), semangat persaudaraan ini akan melahirkan praktek gotong royong di masyarakat," tambahnya.
Memahami perkembangan global dan demografi Indonesia, maka lebih fokus mensyairkan Pancasila pada generasi muda khususnya generasi milenial, serta memahami pergerakan memerlukan kelembagaan untuk memastikan pencapaian tujuan secara efektif dan efisien, sistematis, dan terukur.
ADVERTISEMENT
"Oleh karena itu, di bulan suci Ramadhan ini, pada hari yang bersejarah, dengan hati yang tulus untuk bangsa kami sepakat mendirikan Barisan Satu Juni yang disingkat Barak 106," kata Jaenal.
Dia juga menegaskan, Barak 106 akan berada di garda terdepan apabila ada pihak-pihak yang ingin merubah ideologi bangsa atau mengganti Pancasila.
Dewan Pertimbangan Barak 106, Bakti Nendra Prawiro menjelaskan kenapa deklarasi ini dilakukan di Yogyakarta. "Yogyakarta adalah rumah Indonesia karena berbagai suku, agama, daerah ada di Yogyakarta. Dan di Yogyakarta Pancasila tidak hanya dijunjung tinggi tapi dihayati dengan sungguh-sungguh," ungkapnya.
Dia juga menjelaskan bahwa Pancasila bukan hanya mempersatukan bangsa tetapi juga mendamaikan dan menghubungkan. "Pancasila yang diamalkan maka akan menjadi penguat kita untuk Indonesia bersatu dan damai," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Bakti Nendra juga berpesan jangan biarkan Pancasila hanya menjadi domain Indonesia, tetapi harus diamalkan dan dihayati agar bisa dijadikan teladan bagi bangsa lain. "Mari kita aktualisasikan Pancasila didalam kehidupan kita," pungkasnya. (Dewi Ratih)
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·