Konten dari Pengguna

Peran Media dalam Manajemen Krisis di Perguruan Tinggi

Politeknik Muhammadiyah Magelang

Politeknik Muhammadiyah Magelang

Politeknik Muhammadiyah Magelang merupakan perguruan tinggi vokasi yang berada di Magelang, Jawa Tengah

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Politeknik Muhammadiyah Magelang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Manajemen Krisis oleh Ayub Dwi Anggoro, Ph.D.
zoom-in-whitePerbesar
Manajemen Krisis oleh Ayub Dwi Anggoro, Ph.D.

Humas merupakan ujung tombak dalam manajemen krisis. Prinsip seorang humas yakni harus mengetahui apa yang ingin dikomunikasikan, sehingga sebelum humas mengkomunikasikan fakta kepada publik, riset perlu dilakukan. Terdapat 4 tahap dalam melakukan riset yaitu fact finding (pengumpulan fakta) yakni cek dan ricek terhadap masalah krisis, perencanaan, komunikasi/aksi, dan evaluasi.

Hal ini diungkapkan oleh Ayub Dwi Anggoro, Ph.D, pada Workshop Pengembangan Humas Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) Batch III yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kamis-Ahad (27-30/10/2022).

Dijelaskan lebih lanjut oleh Ayub bahwa dalam situasi krisis, arus informasi mengalami peningkatan yang luar biasa. Terlebih dengan semakin mudahnya akses internet dan adanya media sosial. Maka, pada saat krisis terjadi, hubungan media adalah salah satu aktivitas penting dalam manajemen krisis. Media mampu mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap satu organisasi dalam krisis. Persepsi dapat menjadi lebih kuat daripada fakta pada saat krisis terjadi.

“Perguruan tinggi cenderung lebih tertutup kepada media, karena menyangkut citra dan reputasi perguruan tinggi. Padahal, salah satu kunci utama dalam menanggapi sebuah krisis adalah terbukanya informasi,” tutur Ayub.