Konten dari Pengguna

1783 Jadi Tahun Pertama Penerbangan Balon Berpenumpang Manusia

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi, Balon Udara di Ocean Park Hongkong. Dok: Wikimedia
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi, Balon Udara di Ocean Park Hongkong. Dok: Wikimedia

Balon udara yang ditumpangi manusia saat ini tentu menjadi hal yang wajar. Pada beberapa kawasan khusus atau daerah wisata juga terdapat balon udara yang memang sengaja menjadi sarana wisata dengan harga yang tentu tidak murah.

Sebelum balon udara dapat diterbangkan untuk mengangkut manusia, balon udara ternyata sempat digunakan untuk mengangkut hewan. Penemuan balon udara ini, atau yang disebut sebagai Hot Air Balloon didemokan oleh Joseph-Michel dan Jacques Étienne Montgolfier pada 1783 di hadapan kerumunan orang-orang terkenal di Annonay, Prancis. Mereka berdua adalah dua bersaudara yang merupakan produsen kertas yang makmur.

Joseph-Michel dan Jacques-Étienne Montgolfier melakukan eksperimen setelah melakukan pengamatan bahwa udara panas jika diarahkan ke kertas atau tas yang terbuat dari kain maka akan naik. Eksperimen itu dilakukan dengan menggunakan sesuatu yang lebih ringan dari udara.

Setelah berhasil melakukan uji coba, mereka berdua memutuskan untuk menunjukkan penemuan mereka secara terbuka. Menurut Encyclopedia Britannica, balon dibuat dari sutra yang dilapisi dengan kertas. Memiliki diameter 33 kaki (sekitar 10 meter), balon tersebut diluncurkan pada 4 Juni 1783 dari sebuah pasar di Annonay. Melalui peluncuran tersebut, balon naik pada tinggi antara 5.200 dan 6.600 kaki, dan selama 10 menit tetap tinggi hingga menempuh jarak lebih dari satu mill atau sekitar 2 kilometer.

Kesuksesan mereka pun menjadi suatu berita yang secara cepat menyebar hingga direncanakan sebuah demonstrasi balon untuk raja Prancis. Pada penerbangan tersebut, mereka berdua meminta bantuan kepada Jean-Baptiste Réveillon, sebuah produsen kertas dinding yang sukses, menurut museum Palace of Versailles.

Mereka lantas membuat balon dari taffeta dengan lapisan pernis alum agar tahan api. Diameter yang kali ini dibuat adalah sekitar 9 meter. Hiasan seperti emas, tanda zodiak, dan matahari yang terpasang pada balon tersebut jelas merupakan pengaruh Réveillion dan melambangkan Raja Louis XVI, raja Prancis pada masa itu.

Awalnya raja memberi usul tentang tes menggunakan tahanan, sebab dikhawatirkan adanya efek ketinggian yang terjadi pada manusia. Akan tetapi menurut majalah Time, mereka berdua justru meletakkan keranjang yang telah diisi domba, bebek, dan ayam jantan di bawah balon.

Fisiologi domba dianggap mirip dengan fisiologi manusia, bebek digunakan sebagai kontrol, sebab tidak ada kerugian yang ditimbulkan dengan adanya bebek yang terbang tinggi, sedangkan ayam jantan sebagai kontrol lanjutan sebab ayam jantan tidak terbang di ketinggian walaupun ia merupakan ‘burung’.

Ide-ide tersebut ternyata masuk akal secara ilmiah. Hingga akhirnya balon yang berpenumpang hewan tersebut dapat terangkat pada 19 September 1783. Balon tersebut dapat terbang sekitar 3,2 km sebelum mendarat dengan aman. Selama 8 menit, penerbangan yang berlangsung tersebut disaksikan oleh raja Perancis, Marie Antoinette, serta 130.000 kerumunan orang.

Tibalah saatnya pengujian balon menggunakan penumpang manusia. Menurut Encyclopedia Britannica, balon yang mengangkat Jean-François Pilâtre de Rozier, seorang guru kimia dan fisika, di atas papan melingkar yang ditambatkan pada balon dapat melenggang tinggi hampir 4 menit. Selain Jean-François Pilâtre de Rozier, balon tersebut juga mengangkat Francois Laurent, Marquis of Arlanders. Balon setidaknya dapat mencapai ketinggian 500 kaki dan melakukan perjalanan sekitar 5 ½ mil sebelum pada akhirnya mendarat dengan aman 25 menit kemudian.

Balon Udara berpenumpang manusia pertama kali terbang. Dok: Space.com dari 2001 National Air and Space Museum, Smithsonian Institution

Itulah sedikit cerita tentang balon udara yang pertama kali mengangkat manusia sebagai penumpang. Selain sebagai alat transportasi, balon saat ini secara rutin digunakan dalam penyelidikan ilmiah atmosfer atas.

Sumber:

National Balloon Museum. About>History of Ballooning. Diambil kembali dari National Balloon Museum.

Sharp, T. (2019, April 9). The First Hot-Air Balloon Flight. Diambil kembali dari Space.com.