Konten dari Pengguna

22 November 1963: Kematian John F. Kennedy

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dok: Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Dok: Wikimedia Commons

Tepat 57 tahun yang lalu, John F. Kennedy, presiden ke-35 Amerika Serikat, dibunuh saat melakukan pawai iring-iringan dengan mobil terbuka di Dallas, Texas, Amerika Serikat.

Ibu negara, Jacqueline Kennedy jarang menemani suaminya dalam acara politik, tetapi dia berada di sampingnya kala itu, bersama dengan Gubernur Texas John Connally dan istrinya, dalam iring-iringan mobil sejauh 10 mil melalui jalan-jalan di pusat kota Dallas.

Foto: Rute parade mobil yang dilakukan rombongan JKF. Dok: Wikimedia Commons

Duduk di mobil Lincoln yang terbuka, keluarga Kennedy dan Connally melambai pada kerumunan besar yang berkumpul di sepanjang rute parade. Ketika kendaraan mereka melewati Gedung Penyimpanan Buku Sekolah Texas pada pukul 12:30, Lee Harvey Oswald diduga melepaskan tiga tembakan dari lantai enam sebuah gedung, melukai Presiden Kennedy secara fatal dan melukai Gubernur Connally. Kennedy dinyatakan meninggal 30 menit kemudian di Rumah Sakit Parkland Dallas. Dia berusia 46 tahun.

Foto: Lee Harvey Oswald, pelaku penembakan JFK. Dok: Wikimedia Commons.

Wakil Presiden Lyndon Johnson, yang berada tiga mobil di belakang Presiden Kennedy dalam iring-iringan mobil, dilantik sebagai presiden ke-36 Amerika Serikat pada pukul 14:39. Dia mengambil sumpah jabatan presiden di atas pesawat Air Force One saat berada di landasan pacu di bandara Dallas Love Field. Pengambilan sumpah disaksikan oleh sekitar 30 orang, termasuk Jacqueline Kennedy, yang masih mengenakan pakaian berlumuran darah suaminya. Tujuh menit kemudian, jet kepresidenan lepas landas ke Washington.

Foto: Pelantikan Lyndon Johnson. Dok: Wikimedia Commons.

Keesokan harinya, 23 November, Presiden Johnson mengeluarkan proklamasi pertamanya, yang menyatakan 25 November sebagai hari berkabung nasional bagi presiden yang terbunuh. Pada hari Senin itu, ratusan ribu orang berbaris di jalan-jalan Washington untuk menyaksikan caisson yang ditarik kuda membawa tubuh Kennedy dari Capitol Rotunda ke Katedral Katolik St. Matthew untuk Misa requiem. Prosesi khusyuk kemudian dilanjutkan ke Pemakaman Nasional Arlington, tempat para pemimpin 99 negara sebelumnya disemayamkan.

**

Referensi:

  • https://www.history.com/