Konten dari Pengguna

Appanaung Ri Jeqneq, Upacara Laut Masyarakat Sulawesi Selatan

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pantai Galesong (Foto: YouTube/Ahyan)
zoom-in-whitePerbesar
Pantai Galesong (Foto: YouTube/Ahyan)

Upacara Appanaung Ri Jeqneq adalah upacara ritual yang dilakukan oleh masyarakat Sulawesi Selatan yang bermukim di daerah pantai Kecamatan Galesong Utara. Upacara ini masuk ke dalam rangkaian acara Attamu Taung, atau upacara tahunan masyarakat. Ritual ini dilakukan untuk memberikan persembahan kepada leluhur dan dewa yang berada di lautan.

Upacara Appanaung Ri Jeqneq dilatarbelakangi oleh perjuangan masyarakat Sulawesi Selatan pada abad ke-17 ketika melawan penjajahan Belanda dilakukan oleh para tentara kerajaan Gowa dan Galesong di lautan. Mereka berjuang mempertahankan wilayah Gowa dan Galesong yang menyimpan banyak hasil bumi, berupa rempah-rempah. Perjuangan yang mereka lakukan ketika menghalau pasukan Belanda di lautan terkadang harus dibayar dengan banyaknya pasukan yang gugur.

Sebagian dari mereka harus dimakamkan di lautan tanpa upacara pemakaman yang layak. Sehingga masyarakat Gowa dan Galesong beranggapan bahwa arwah-arwah leluhur mereka yang gugur itu dapat memberikan perlindungan dan keberuntungan untuk para nelayan ketika sedang mencari ikan di laut.

Masyarakat percaya bahwa pada waktu-waktu tertentu mereka harus diberikan upacara pemakaman, berupa doa-doa dan sejumlah sesajian. Upacara ini diawali dengan pemotongan hewan-hewan kurban, yang kemudian dilanjutkan dengan serangkaian upacara lainnya.

Pertama, dilakukan acara Appalili Tedong, yakni acara mengajak kerbau keliling kampung dengan iring-iringan orang berpakaian adat dan seperangkat musik gendang.

Setelah selesai mengelilingi kampung, kerbau tersebut dimantrai (apparuru) dan ditempatkan di antara orang-orang yang menari tarian Salonreng. Selanjutnya kerbau akan disembelih dan beberapa bagian tubuhnya dimasukkan ke dalam wadah persegi yang terbuat dari anyaman bambu (walasuji) bersamaan dengan sesajian lainnya.

Hal tersebut dilakukan oleh seorang Sanro dengan penuh kesakralan. Setelah dimasukkan ke walasuji barulah masyarakat berbondong-bondong mengantarkan bungkusan sesajian itu ke pantai, lalu dibawa ke laut menggunakan perahu dan pada tempat tertentu, yang sudah ditentukan di tengah laut.

Sumber : warisanbudaya.kemdikbud.go.id

Foto : gocelebes.com

Appanaung Ri Jeqneq, Upacara Laut Masyarakat Sulawesi Selatan (1)
zoom-in-whitePerbesar