Konten dari Pengguna

Asal-Usul Penciptaan Kawat di Dunia

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kawat dianggap sebagai perkembangan terakhir dari penggunaan tali sebagai alat pengikat. Jika sejak dahulu manusia melakukan aktivitas menarik dan mengikat menggunakan tali yang terbuat dari bahan tanaman seperti akar, salur, atau kulit kayu, maka kawat menjadi solusi terbaru dan terbaik untuk menyempurnakan aktivitas mengikat dan menarik tersebut.

Pada awal produksinya, kawat dibuat dengan cara menempa dan memalu potongan logam panjang menjadi helaian logam. Metode seperti itu dikembangkan kurang lebih tahun 1000 Masehi. Dalam prosesnya, logam akan ditarik untuk membuatnya menjadi lembaran tipis shingga akan mudah untuk dibentuk menjadi helaian. Saat itu, metode tersebut dianggap sebagai yang terbaik daripada metode lainnya.

Sekitar tahun 1350, untuk pertama kalinya pembuatan kawat dilakukan dengan cara menariknya menggunakan kekuatan air. Adalah Rudolf dari Nuremberg yang pertama menggunakan metode tersebut. kawat ditarik dengan cara seperti itu selama beberapa abad hingga akhirnya mesin uap ditemukan. Barulah pada 1800-an, penarikan kawat dilakukan menggunakan kekuatan uap air.

Pada 1831, Ichabod Washburn, yang dikenal sebagai “Bapak Industri Baja”, mendirikan pabrik kawat di Worcester, Massachusetts. Metode pembuatan kawat yang baru dilakukan dengan menggunakan potongan besar logam, seperti besi, tembaga, dan aluminium, yang kemudian digulung menjadi batangan tipis, disebut “billet”.

Batangan besi tipis itu kemudian dibuat menjadi batangan yang lebih tipis, yang dipanaskan untuk mengurangi kerapuhan, lalu dibungkus dengan pelumas, dan disalurkan melewati serangkaian bahan pencelup yang dapat mengurangi ketebalan batang logam sehingga dapat dilanjutkan untuk memproduksi kawat.

Kawat yang telah selesai diproduksi, kemudian dipilin untuk menjadi tali, bukan dibentuk menjadi helaian tunggal yang tebal. Hal itu dilakukan karena helaian kawat yang bersifat tunggal sewaktu-waktu dapat dengan mudah putus, sehingga perlu ada solusi untuk mengatasinya. Para ahli kemudian menemukan bahwa helaian kawat tersebut mesti dirangkai menjadi sebuah tali yang memiliki kekuatan besar untuk menahan beban.

Tali kawat pertama kali dbuat pada 1830-an. Pada 1840-an, paten untuk tali kawat tersebut baru diberikan kepada Robert Newell, seorang berkebangsaan Inggris. Penggunaan tali kawat semakin populer untuk digunakan sebagai material bangunan agar terbentuk lebih kuat. Seperti yang dilakukan oleh John A. Roebling, pemimpin pembangunan Jembatan Brooklyn, yang memilih menggunakan tali kawat sebagai penopang utama untuk jembatan gantung yang dibuatnya pada 1883. Bahkan jumlah tali kawat yang ada di Jembatan Brookly disebut-sebut dapat mencapai Bulan jika direntangkan.

Sumber : Philbin, Tom. 2005. 100 Penciptaan Terbesar Sepanjang Masa. Tanggerang : Karisma

Foto : commons.wikimedia.org