News30 Maret 2018 21:30

Asal-usul Penemuan Kulkas di Dunia

Konten kiriman user
Asal-usul Penemuan Kulkas di Dunia (244173)
Penyimpanan makanan di dalam kulkas (Foto: Freepik)
Diketahui cikal bakal kulkas ditemukan oleh fisikawan Persia yang melakukan serangkaian percobaan pada abad ke-11. Ketika itu para ilmuwan itu menemukan kumparan pendingin yang dimasukkan ke dalam sebuah tabung. Benda yang diperkirakan kulkas itu digunakan sebagai tempat menyimpan benda-benda hasil percobaan, dan air.
ADVERTISEMENT
Mesin pendingin pertama baru ditemukan pada 1748 oleh William Cullen di Universitas Glasgow. Tahun 1805, Oliver Evans berhasil merancang sebuah mesin pendingin yang menggunakan uap sebagai pengganti cairan pendingin. Kemudian pada 1834, seorang ilmuwan Amerika, Jacob Perkins, menciptakan sistem pendingin kompresi, dan berhasil menyempurnakan temuan sebelumnya.
Pada 1851, John Gorrie membuat inovasi dari penemuan alat pendingin yang sudah ada, dan berhasil menciptakan mesin yang dapat membuat es. Perkembangan mesin pendingin semakin meluas hampir di seluruh negara, termasuk di Australia melalui James Harrison, yang berhasil membuat sistem pendinginan untuk digunakan dalam industri makanan.
Sistem pendingin yang dibentuk menjadi sebuah alat, seperti yang sekarang kita kenal dengan nama kulkas, baru benar-benar dipakai pada 1922, ketika dua orang mahasiswa Royal Institute of Technology di Stockholm bernama Batlzar von Platen dan Carl Munters, berhasil menciptakannya. Kulkas kemudian mulai dipasarkan oleh perusahaan bernama Electrolux. Namun kulkas ketika itu belum terbuat dari besi, melainkan kotak kayu yang dilengkapi dengan compressor. Sehingga belum terlalu efektif untuk menyimpan es terlalu lama.
ADVERTISEMENT
Pada 1923, Frigidaire memperkenalkan kulkas yang lebih kokoh, berbentuk lemari yang terbuat dari besi berlapis porselen. Dari alat ciptaan Frigidaire inilah es dapat diciptakan sekaligus disimpan agar tetap beku. Ketika pertama kali diciptakan fungsi kulkas adalah untuk menghasilkan dan menyimpan es.
Produksi kulkas terus meningkat di seluruh dunia pada 1927. Namun kulkas yang diproduksi ketika itu bahan utamanya menggunakan zat belerang dioksida, sehingga dapat mengganggu kesehatan mata. Untuk mengatasi efek buruk bagi kesehatan itu, bahan pendingin yang digunakan dalam kulkas diganti menjadi zat Freon yang lebih aman bagi manusia.
Kulkas semakin disempurnakan dengan penambahan alat untuk mengawetkan makanan di dalamnya, yaitu freezer. Memasuki tahun 1950 kulkas sudah mulai digunakan untuk menyimpan sayur-sayuran, buah-buahan, ikan, dan daging, agar tetap awet dan segar selama beberapa waktu. Semakin berkembangnya kulkas, membuatnya mulai berubah menjadi alat untuk kebutuhan pokok manusia, dan hingga saat ini manusia masih bergantung pada alat satu ini untuk mempermudah segala kegiatannya.
ADVERTISEMENT
Sumber : Zaenuddin. 2015. Asal-Usul Benda-Benda di Sekitar Kita Tempo Doeloe. Jakarta : Change
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white