Konten dari Pengguna

Asal-usul Ragunan: Tanah Bangsawan dari Belanda yang Kini Menjadi Kebun Binatang

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Asal-usul Ragunan: Tanah Bangsawan dari Belanda yang Kini Menjadi Kebun Binatang
zoom-in-whitePerbesar

Bicara soal Ragunan, hal pertama yang terlintas di kepala mungkin adalah Kebun Binatang. Tidak salah memang, Kebun Binatang Ragunan memang dikenal sebagai tempat wisata yang populer bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

Namun Ragunan sesungguhnya bukan cuma soal kebun binatang. Wilayah yang terletak di selatan Jakarta ini memiliki sejarah panjang yang terkait dengan kehidupan seorang bangsawan era kolonial Belanda.

Nama Ragunan berasal dari Wiraguna, nama orang Belanda yang mendapat mendapat gelar pangeran dari Sultan Haji yang merupakan Sultan Kerajaan Banten sekaligus anak dari Sultan Ageng Tirtayasa. Nama asli Wiraguna sebenarnya adalah Hendrik Lucaasz Cardeel.

Cardeel yang berprofesi sebagai juru bangunan datang ke Keraton Surasowan pada tahun 1675. Saat itu, sebagian dari Keraton Surasowan terbakar dan Cardeel menyatakan siap bekerja untuk Sultan Haji dan masuk Islam. Ia akhirnya diterima oleh Sultan Haji yang memang sedang butuh ahli bangunan untuk memperbaiki bangunan keraton.

Selama bekerja, Cardeel mampu melaksanakan tugasnya dengan amat baik hingga membuat Sultan Haji kagum. Saat itu, Sultan Haji belum menjadi raja karena kekuasaan masih dipegang oleh Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Haji kemudian meminta tahta raja kepada sang ayah namun mendapat penolakan. Yang terjadi kemudian adalah perang perebutan jabatan antara ayah dan anak.

Dalam perang, Cardeel ditugaskan Sultan Haji untuk meminta bantuan Belanda. Pada akhirnya, Belanda bersedia membantu Sultan Haji dan upaya perebutan kekuasaan dari Sultan Ageng Tirtayasa pun berhasil dilakukan.

Jasa Cardeel membuat Sultan Haji semakin senang hingga ia dianugerahi gelar Pangeran Aria Wiraguna. Setelah sekian lama, ia pun pamit untuk mudik ke Belanda.

Bukannya pulang ke Belanda, Cardeel alias Pengeran Wiraguna justru menetap di Batavia. Di sana, ia diangkat sebagai asisten pribadi pejabat Batavia pada 1695. Di Batavia pula Pangeran Wiraguna menjadi kaya raya dan memiliki banyak tanah, di mana salah satunya tanahnya terletak di sisi selatan kota.

Tanah di selatan Jakarta itulah yang kemudian disebut penduduk sekitar sebagai Tanah Wiraguna. Lambat laun, sebutan Tanah Wiraguna berubah menjadi Ragunan seperti yang dikenal saat ini.

Seiring dengan berkembangnya kota, Ragunan menjadi kawasan yang begitu ramai, terutama saat akhir pekan dan masa liburan sekolah. Keberadaan kebun binatang membuat Ragunan selalu banyak menerima pengunjung.

sumber: jakarta.go.id