Konten dari Pengguna

Asal Usul Rawa Belong, Sentra Bunga yang Dulunya Gudang Jagoan Betawi di Jakarta

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pasar Bunga Rawa Belong. Sumber:  jakarta-tourism.go.id
zoom-in-whitePerbesar
Pasar Bunga Rawa Belong. Sumber: jakarta-tourism.go.id

Rawa Belong merupakan suatu kawasan yang terletak di Jakarta Barat. Banyak orang yang langsung teringat dengan bunga apabila mendengar nama kawasan ini. 

Tak mengherankan, Rawa Belong memang dikenal sebagai sentra perdagangan bunga yang terkenal di Jakarta. Di sana, terdapat sebuah pasar khusus bunga yang dinamai sama dengan nama wilayahnya, yakni Pasar Bunga Rawa Belong.

Meski kini identik dengan pasar bunga. Wajah Rawa Belong di masa lampau sesungguhnya jauh berbeda. Pada jaman dahulu, Rawa Belong justru dikenal sebagai gudangnya para jagoan Betawi.

Sumber: jakarta.go.id

Windoro Adi dalam buku Batavia 1740: Menyisir Jejak Betawi, mengungkap jika asal usul kawasan Rawa Belong berasal dari nama Rawa Balong. Pada suatu hari, ada seorang marsose yang sedang berdiri di pertigaan menyebut nama tersebut dengan Rawa Blong. Orang lain pun kemdian ikut-ikutan menyebutnya dengan Rawa Belong.

Pertigaan Rawa Belong awalnya merupakan tempat berkumpulnya penduduk yang bermukim di kampung-kampung sekitarnya. Para penduduk tersebut berasal dari Sukabumi Ilir, Kemanggisan, Kemandoran, Palmerah, Kebon Nanas, dan kampung lainnya.

Sumber: jakarta.go.id

Lokasi yang strategis membuat penduduk terbiasa Menyebut nama Rawa Belong sebagai penanda alamat rumah mereka. Nantinya,  orang yang mencari alamat dapat bertanya letak rumah orang yang ingin ditemui saat tiba di pertigan Rawa Belong.

Dari yang awalnya tempat berkumpul, Rawa Belong lalu menjadi lokasi tempat para jawara mengembangkan kemampuan. Akhirnya warga Rawa Belong kian disegani sekaligus dikenal sebagai orang-orang yang hormat terhadap orang lain dan taat beribadah.

Sumber: Windoro Adi. 2010. Batavia 1740: Menyisir Jejak Betawi. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama