Konten dari Pengguna

Bahasa Widal Masyarakat Tipar

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

clock
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bahasa telah menjadi alat komunikasi manusia selama ribuan tahun lamanya. Setiap peradaban memiliki bahasa masing-masing dan sudah menjadi bagian dari kebudayaannya.

Indonesia sendiri memiliki bahasa resmi, yaitu bahasa Indonesia dan 700 lebih bahasa daerah. Bahasa daerah yang diketahui masih aktif dipakai sampai saat ini adalah bahasa Jawa, Sunda, Batak, Minangkabau, Bugis, Banjar, Bali, dan Madura. Beberapa bahasa daerah bisa dibagi-bagi kedalam tingkatan kesopanan atau kepada siapa kita bicara. Ada bahasa yang keluar dari kebiasaan atau bahasa pergaulan sehari-hari. Salah satu bahasa gaul adalah bahasa Widal yang berasal dari daerah Tipar, Sukabumi. Bahasa yang umum dipakai di Sukabumi adalah bahasa Sunda, namun terdapat bahasa sandi Widal yang menjadi ciri khas di daerah Tipar.

Menyampaikan dan mendengarkan (Foto: Andrie Wongso)

Bahasa sandi Widal atau lebih dikenal dengan nama basa sandi Widal adalah bahasa khas daerah masyarakat Sukabumi, Jawa Barat, yang merupakan ragam bahasa Sunda non-standar yang digunakan dengan perubahan dalam pelafalan huruf. Bahasa widal bisa disebut sebagai bahasa prokem atau bahasa slang dalam dialek sunda. Bahasa Widal diperkirakan sudah digunakan pada masa penjajahan Belanda untuk mengelabuhi pihak Belanda. Bahasa Widal dipakai untuk menyembunyikan maksud percakapan dan menjaga informasi agar tidak bocor kepihak lawan. Bisa diartikan kalau bahasa Widal sendiri mirip seperti sandi atau kode yang dipakai masyarakat Tipar untuk melakukan perlawanan terhadap penjajah. Saat ini bahasa Widal sering dipakai oleh masyarakat umum dan menjadi budaya tersendiri di daerah Tipar.

Sumber Gambar : andriewongso.com