Bentuk Awal Busana

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Busana atau pakaian pada awalnya merupakan alat pelindung terhadap keadaan cuaca.
Fungsi busana sendiri tercipta tergantung pada cara dan gaya hidup serta tugas sehari-hari seseorang. Bangsa-bangsa kuno mulanya hanya mengenakan kain cawat, tak jarang dilengkapi juga dengan selendang. Kostum zaman kuno yang sangat berpengaruh adalah kostum yang berasal dari suku bangsa yang memiliki kebudayaan sendiri seperti bangsa Mesir Kuno dan Bangsa Babilonia, kedua bangsa ini memiliki bentuk dasar kostum yang sama yaitu bentuk dasar kemeja. Bangsa Mesir Kuno menghias bentuk dasar ini dengan mempergunakan kain itu sendiri, kemudian diberikan lipit-lipit (plissee, pleats), sedang bangsa Babilonia menambahkan potongan pita yang berumbai-rumbai.
Potongan-potongan kain sebesar atau selebar apa yan dapat dihasilkan oleh alat tenun diterima sebagai bentuk dasar kostum untuk kemudian dilipat, dilingkar, dililit atau disusun pada badan dalam berbagai perbandingan panjang atau lebar kain itu sendiri.
Kostum yang mulai dipakai pada zaman kuno dapat dibagi kedalam tiga kelompok, diantaranya Rok lilit, atau sarung, bentuk dasar kemeja (tunika, kaftan), yang menrarik tunik dan kaftan bahkan masih sering ditemui sebagai tren busana di Afrika Utara dan Timur Tengah. Yang terakhir merupakan Deraperi sepotong kain disusun pada tubuh, yang acapkali dipakai sebagai tambahan.

Sumber : Zaman, Alim Moh. Kostum Barat dari Masa ke Masa.2000. Jakarta : PT Carina Indah Utama
