Konten dari Pengguna

Berabad-abad Lalu, Ilmuwan Tiongkok Kuno Sudah Temukan Alat Pengukur Gempa

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Wikimedia Commons

Zhang Heng (78 - 139 M) hidup pada masa dinasti Han timur, sekitar tahun 6 sampai 189 M. Oleh para sejarawan, Zhang Heng dianggap sebagai Leonardo da Vinci dari Timur Jauh (Cina). Dia memberikan kontribusi besar bagi perkembangan astronomi di Tiongkok kuno bersama dengan Ling Xian. Mereka telah menghasilkan 32 karya sains, sastra, dan filsafat.

Di antara banyak penemuan mengesankan cendekiawan Cina Zhang Heng, terdapat alat instrumen untuk menguji gerakan bumi. Atau lebih tepatnya penemuan sebuah alat seismograf yang dapat mengukur gempa bumi.

Di Eropa pada tahun 1703, Jean de Hautefeuille, seorang fisikawan Prancis menciptakan seismograf pertama di zaman modern. Perangkat ini dapat mengukur gempa bumi secara akurat. Namun, perlu diingat bahwa sebenarnya yang ditemukan oleh de Hautefeuille hanyalah penemuan kembali perangkat yang sudah dikenal zaman dahulu beberapa abad sebelumnya. Instrumen ini ditemukan pada tahun 132 M oleh Zhang Feng dan diberi nama Cina Houfeng Didong Yi - atau Didong Yi.

Sumber: Wikimedia Commons

Zhang Heng berpendapat bahwa gempa bumi bukanlah tanda kemarahan dewa, tetapi bencana alam. Selama bertahun-tahun, prinsip ilmiah yang diterapkan pada seismograf masih belum ada kesepakatan.

Sebagai harta karun bangsa China, Didong Yi menarik untuk direkonstruksi bagi para ilmuwan seismologi di seluruh dunia. Menurut Book of the Later Han, sebuah teks sejarah resmi Tiongkok yang mencakup sejarah Dinasti Han dari tahun 6 hingga 189 M, perangkat yang sangat tua ini sudah hancur dan tidak ada lagi bentuk aslinya.

Didong Yi berbentuk seperti guci dengan pendulum tengah terbuat dari tembaga halus berbentuk vas bunga yang dihiasi delapan naga yang memegang bola di mulutnya. Kepala kedelapan naga menunjuk ke delapan arah timur, barat, utara, selatan, timur laut, tenggara, barat laut dan barat daya.

Sumber: Wikimedia Commons

Di bawah delapan naga, ada delapan figur katak. Semua mengangkat kepala dan membuka mulut di seberang mulut naga. Ketika gempa bumi terjadi, guncangan gempa akan menyebabkan pendulum kehilangan keseimbangan dan mengaktifkan satu set tuas di dalamnya.

Kemudian, salah satu dari delapan naga yang berada di luar guci akan melepaskan bola perunggu yang ada di mulutnya. Bola akan jatuh ke mulut katak dan mengeluarkan suara, sehingga memberi tahu orang kapan dan ke arah mana gempa bumi telah terjadi.

Sumber: ancientpages.com