Budi Utomo dan Kiprahnya dalam Pergerakan Nasionalisme Indonesia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Budi Utomo dalam Kancah Pergerakan Nasionalisme Indonesia

Budi Utomo (BU) yang pendiriannya diinisiasi beberapa siswa STOVIA (School Tot Opleiding Van Indische Artsen) harus diakui ialah organisasi pribumi pertama di Indonesia yang dibangun berdasarkan model Barat. Sebuah organisasi yang pengurusnya dapat diganti secara periodik, memiliki AD/ART dan program kegiatan, serta mengadakan rapat dan kongres secara terjadwal, dan anggotanya memiliki hak suara.
Sejak lahirnya BU ini bisa dikata sepanjang dua hingga tiga dasawarsa abad ke-20 telah terjadi ledakan panjang semangat berorganisasi. Menyusul BU, sebutlah SI (Syarikat Islam) berdiri pada 1912 sebagai perkembangan dari organisasi yang mendahuluinya yaitu SDI (Sarikat Dagang Islam). Menyusul kemudian Indische Partij (Partai Hindia), partai politik pertama di Hindia Belanda berdiri di 1912. ISDV (Indische Sociaal Democratische Vereeniging), organisasi berideologi kiri pertama didirikan pada 1914, dan lain sebagainya.
Sejak era berdirinya BU boleh dikata tuntutan-tuntutan dan perlawanan terhadap kolonialisme Belanda selalu dilakukan terorganisir. Selain itu, juga mulai sering mengemuka adanya wawasan nasional yang pada perjalannya membentuk embrio nasionalisme Indonesia. Dua poin inilah sering disebut oleh para peneliti sejarah sebagai karakteristik yang membedakan antara perlawanan yang bersifat tradisional dengan yang modern.
Menyimak organisasi BU yang tumbuh dari kalangan aristokrat Jawa ini, kita juga bisa belajar perihal terjadinya transformasi kesadaran masyarakat Jawa. Benar bahwa proses transformasi ini barangkali saja dikritik nisbi berjalan cukup lama. Tapi dari kasus BU pulalah, sebenarnya dapat disimak bagaimana sejarah dan dinamika perkembangan diskursus nasionalisme Indonesia.
Penting dicatat, salah satu program utama BU di awal pendiriannya ialah “de harmonische ontwikkeling van land en volk van Java en Madura” (kemajuan yang harmonis bagi Nusa Jawa dan Madura).
Program BU hanya mencakup masyarakat pulau Jawa termasuk di dalamnya ialah Sunda dan Madura, juga belakangan memasuki akhir dekade tahun dua puluhan diperluas hingga Bali dan Lombok. Namun jelas program BU masih mengabaikan masyarakat pulau-pulau lainnya seperti Sumatra, Kalimantan, dan lainnya.
Periode gelombang pasang kebangkitan nasionalisme Hindia yang mulai berganti penyebutan dengan istilah “nasionalisme Indonesia.” Hasilnya Pasal 2 Anggaran Dasar BU, selanjutnya berbunyi, “Tujuan BU ialah bekerja sama untuk mengembangkan secara selaras negeri dan Bangsa Jawa, Madura, Bali, dan Lombok, dan untuk mewujudkan cita-cita persatuan Indonesia.”
Gagasan atau ide Budi Utomo perihal nasionalisme Jawa jelas bersifat Jawa sentrisme, primordial, dan bercorak partikularistik. Namun sejalan dengan proses dinamika dan tukar gagasan di sepanjang dasawarsa tahun dua puluhan di abad ke-20 itulah, Budi Utomo akhirnya tiba pada penemuan ide nasionalisme Indonesia yang lebih konsensual, rasional, dan universal.
Proses penemuan nasionalisme Indonesia inilah pelajaran paling berharga dari kelahiran Budi Utomo, yang kini setiap 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional
Sumber: indonesia.go.id
