Konten dari Pengguna

Caracas, Kota Penggerak Sejarah Venezuela

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Didirikan oleh Juan Rodriguez Suarez pada 1561, Caracas menjadi pusat industri, kebudayaan, dan perdagangan di Venezuela. Kota yang dibangun di perbukitan paling utara dari Pegunungan Andes itu berada di pantai utara Venezuela.

Tidak lama setelah didirikan, Caracas mendapat serangan dari orang-orang Indian, yang menganggap bahwa Suarez telah merampas tanah milik mereka. Kota itu pun hancur akibat pertempuran yang cukup besar kala itu.

Kemudian pada 1566, Diego de Losada kembali membangun pemukiman baru di tempat yang telah hancur tersebut. Ia mendirikan sebuah kota yang diberi nama, Santiago de Leon de Caracas.

Pada awal pendiriannya, Kota Caracas dibangun sedemikian rupa, sehingga membentuk sebuah benteng persegi panjang. Di dalamnya terdapat banyak bangunan, termasuk plaza publik yang digunakan sebagai tempat pemerintahan.

Rata-rata rumah yang dibangun di Caracas terbuat dari bata merah, dengan bagian atap yang terbuat dari jerami. Di setiap rumah akan ditemukan tempat tinggal para budak, yang posisinya berada di belakang atau di atas rumah.

Beberapa tahun setelah berdiri, bangunan-bangunan megah khas Spanyol mulai dibangun di Caracas berkat bantuan dari kerajaan Spanyol di Eropa. Kota itu mulai membagi wilayah pemukimannya, sesuai dengan status yang mereka sandang. Wilayah perbukitan selatan biasanya ditempati oleh para pekerja kelas menengah ke bawah, sementara bagian utara dihuni oleh elit pemerintahan.

Foto: Wikimedia Commons

Pada 1595, setelah Caracas mendapat status sebagai ibu kota provinsi, terjadi sebuah tragedi penyerangan dari para perompak Inggris. Peristiwa itu menyebabkan sebagian besar wilayah kota hancur. Tidak lama kemudian, Spanyol kembali melakukan perbaikan, mengingat Caracas menjadi wilayah penting bagi kedudukan Spanyol.

Kerusakan parah kembali dirasakan oleh Caracas setelah dua buah gempa bumi terjadi di wilayah tersebut. Gempa yang terjadi pada 1755 dan 1812 itu telah menghancurkan sebagian besar bangunan berarsitektur Spanyol yang sangat indah di Caracas. Ditambah wabah penyakit cacar yang semakin membawa kehancuran bagi Caracas.

Kota ini juga menjadi saksi lahirnya pejuang besar Venezuela, Simon Bolivar, yang pada 1830 membebaskan Venezuela dari cengkeraman kolonialisasi yang dilakukan oleh Spanyol.

Pada 1783, Antonio Guzman Blanco, penguasa Venezuela di bawah pemerintahan Spanyol, berencana menjadikan Caracas sebagai cerminan dari Paris di Amerika. Namun, hal itu tidak dapat diwujudkan karena keterbatasan dana yang diberikan Pemerintah Spanyol untuk wilayah Caracas.

Sampai akhirnya, pada pertengahan abad ke-20, Caracas mulai menarik investasi swasta dan pemerintah untuk melakukan pembangunan besar-besaran. Di bawah pemerintahan Diktator Marcos Perez Jimenez, daerah-daerah kumuh Caracas mulai dimusnahkan, digantikan oleh bangunan-bangunan apartemen yang sangat megah. Sejumlah jalan raya dan fasilitas publik lainnya mulai bermunculan, menggambarkan sebuah era baru bagi Caracas yang lebih modern.

---

Sumber: Beckner, Chirsanne. tt. 100 Kota Besar Bersejarah di Dunia. Tangerang: Karisma