Konten dari Pengguna

Cheomseongdae, Observatorium Tertua di Asia Timur

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Wikimedia Commons

Cheomseongdae adalah simbol ilmu astronomi awal dan observatorium pertama Asia Timur yang terletak di Korea Selatan. Cheomseondae dibangun pada tahun 634 semasa kerajaan Silla.

Observatorium kuno ini terletak di dekat makam raja Silla, bernama Naemul. Menurut sejarawan bangunan untuk astronomi ini dibangun pada masa pemerintahan Ratu Sondok, penguasa 27 Kerajaan Silla. Ratu Sondok (Seon-deok) adalah salah satu penguasa wanita pertama dalam sejarah Asia Timur.

Observatorium ini memiliki dua puluh tujuh tingkat batu granit yang disusun menyerupai batu bata. Susunan granit ini menopang lapisan atas batu yang membentuk platform bagian atas. Semua batu granit tersusun dalam bentuk bulat dengan empat set palang sejajar.

Sumber: Wikimedia Commons

Pada bagian atasnya membentuk struktur persegi. Konstruksi batu bata granit Cheomseongde mirip dengan metode yang digunakan di kuil Bunhwangsa yang dikembangkan dari gaya bangunan Dinasti Tang Cina.

Struktur batu berbentuk bundar silinder yang terdiri dari 362 blok granit yang mewakili 362 hari dalam tahun lunar. Batu persegi pada bagian atas diyakini telah digunakan sebagai standar penentu arah, utara, selatan, timur, dan barat.

Terdapat dua belas tingkat batu ke pintu masuk dan dua belas tingkat di atas bukaan jendela yang kemungkinan besar melambangkan dua belas bulan dalam setahun. Tinggi observatorium 9,17 meter dan batu dasar di setiap sisinya berukuran 5,35 meter. Sekitar 4,16 meter dari bawah, terdapat pintu masuk seluas satu meter persegi dan ruang untuk menggantung tangga di bawahnya.

Sumber: Wikimedia Commons

Bagian dalamnya diisi dengan tanah hingga tingkat ke-12. Tingkat 19, 20, 25, dan 26 semuanya memiliki bebatuan panjang yang tergantung di dua area dan berbentuk huruf Cina '井' (Korea: jeong) yang mewakili dua belas simbol zodiak.

Observatorium Cheomseongdae ini mencerminkan kalender Tiongkok dengan susunan batu simbolis. Batu bata mewakili hari-hari dalam setahun, tetapi bagian-bagiannya juga menunjukkan tahun-tahun pemerintahan Ratu Sondok.

Cheomseongdae sekarang masih mempertahankan bentuk aslinya sejak 1300 tahun yang lampau. Struktur bangunannya sekarang agak miring ke timur laut tetapi bentuk aslinya sebagian besar masih utuh.

Sumber: ancientpages.com