Chogha Zanbil, Menara Peristirahatan Tuhan

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Chogha Zanbil adalah sebuah kompleks bangunan kuno di wilayah Elam, sebuah “negara kuno” yang terletak di provinsi Khuzestan, bagian dari negara Iran. Chogha Zanbil dibangun pada sebuah dataran tinggi yang berada di atas aliran sungai Dez. Di kompleks ini terdapat sebuah ziggurat, yang menjadi satu dari sedikit ziggurat yang masih tersisa di wilayah Mesopotamia. Ziggurat di Chogha Zanbil menjadi salah satu yang terbesar, dengan dikelilingi tiga buah istana di sekitarnya.
Menara-menara ziggurat dibangun oleh penduduk di wilayah Mesopotamia, seperti wilayah Babilonia, Asiria, dan Sumeria. Ziggurat dibangun bukan untuk difungsikan sebagai kuil, atau tempat tinggal para pendeta dan tempat melakukan ritual keagamaan, melainkan difungsikan sebagai tempat “peristirahatan Tuhan”. Para penguasa wilayah di Mesopotamia percaya bahwa dengan membangun sebuah ziggurat di dekat kota utama, maka Tuhan mereka akan selalu dekat dan melindungi mereka dari serangan negara lain, serta menjaga hasil panen mereka tiap tahun agar selalu bagus. Ziggurat di Mesopotamia ini berbentuk piramida bertingkat antara tiga sampai tujuh lantai. Ziggurat hanya dapat dimasuki oleh para pendeta Mesopotamia yang akan meletakkan persembahan di atas puncak ziggurat yang dianggap suci.
Chogha Zanbil dibangun sekitar tahun 1250 SM oleh raja Untash-Napirisha dengan tujuan untuk menghormati Dewa Agung Inshushinak. Dewa ini digambarkan sebagai dewa yang bijaksana dan pemurah, serta memiliki kuasa untuk menentukan kematian dari dalam bumi. Chogha Zanbil sendiri terbagi menjadi beberapa bagian oleh dinding-dinding kokoh. Bagian terdalam digunakan sebagai tempat berdirinya ziggurat untuk dewa utama mereka. Bagian tengah terdiri dari 11 kuil yang ditujukan bagi dewa-dewa yang lebih rendah. Bagian terluar dari wilayah ini adalah untuk tempat berdirinya istana raja.
Ziggurat di Chogha Zanbil terdiri dari lima tingkat dengan beberapa bagian di bangunan tersebut sudah hancur akibat dari erosi angin, dan juga serbuan dari bangsa lain. Di bangunan utama ziggurat tersebut dapat ditemukan banyak prasasti yang terukir di bebatuan. Selain itu juga terdapat sebuah kanal air yang dahulu digunakan sebagai tempat untuk mengalirkan air dari sungai yang jaraknya puluhan kilo meter dari Chogha Zanbil. Ditemukan juga patung-patung terakota berbagai bentuk, seperti bentuk kerbau, dan binatang berkaki empat yang memiliki sayap.
Meskipun pembangunan wilayah Chogha Zanbil dihentikan secara tiba-tiba setelah meninggalnya raja Untash-Napitish, wilayah ini tidak ditinggalkan begitu saja oleh masyarakatnya. Mereka masih menempati wilayah ini sebelum kemudian dihancurkan oleh bangsa Asiria pada 640 SM atas perintah Ashurbanipal. Diperkirakan pembangunan Chogha Zanbil oleh raja dimaksudkan untuk memindahkan pusat keagamaan dari kota Susa ke wilayah itu.
Sumber : Riyanto. 2013. Warisan Dunia : Mengenal Sejarah Dunia. Platinum.
