Citra Perempuan Dalam Iklan Masa Hindia Belanda

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Citra-citra perempuan seperti apa saja yang ada pada iklan masa Hindia Belanda?
Citra merupakan kesan atau gambaran seseorang atau kelompok terhadap suatu objek yang dihasilkan dari pengalaman masa lalu yang telah diorganisasikan dan disimpan. Citra akan terbentuk bahkan bertahan jika disampaikan secara gencar dan akan melekat pada seseorang apabila gambaran tersebut secara terus menerus ditampilkan, karena citra terbentuk dari opini yang berakar pada sikap dan pandangan publik.
Citra perempuan mulai menghiasi dunia iklan, terutama iklan surat kabar sejak 1900-an, baik sebagai model ataupun hanya sekedar ilustrasi.
Keterlibatan citra perempuan dalam dunia iklan, didasari oleh dua faktor, yaitu bahwa perempuan merupakan faktor utama yang sangat besar dalam industri, karena secara tidak langsung produk-produk banyak diciptakan untuk para perempuan. Kedua, perempuan dinilai mampu menguatkan penyampaian pesan iklan, bagi laki-laki, kehadiran perempuan merupakan syarat penting bagi kemapanannya.
Perempuan dianggap mempunyai elemen agar iklan mempunyai unsur menjual, sehingga menghasilkan keuntungan, maka penggunaan perempuan dalam iklan menjadi buah baru bagi kapitalisme.
Dalam citra perempuan di surat kabar, dapat digolongkan kedalam beberapa kategori yang sengaja di buat dan dikosntruksi sesuai dengan kebutuhan iklan, memang pada masa kolonial, media massa belum terlalu luas dan detail dalam citra perempuan seperti sekarang ini.
Citra perempuan pesolek
Perempuan pesolek diidentikan bagi mereka yang mengutamakan perawatan tubuh, dari ujung rambut sampai ujung kaki, dan kecantikan. Citra yang berhasil dikonstruksikan mengenai perempuan pesolek meliputi citra pigura
Citra perempuan rumah tangga
Perempuan rumah tangga yang diidentifikasikan sebagai para perempuan pengurus rumah tangga, pelayan suami, mengkonstruksi citra pilar, citra peraduan dan citra pinggan. Dimana perempuan menjadi penopang utama urusan domestik. Iklan-iklan tersebut biasanya iklan penyedap, bumbu dapur, mentaga, iklan jamu, dll
Citra perempuan aktif atau karir
Perempuan yang bekerja di sektor publik maupun profesional mulai masuk seiring masuknya para perempuan Eropa ke Hindia Belanda. Citra yang berhasil diontruksi dari iklan ini adalah citra pergaulan, dimana citra tersbut lebih cenderung bermakna bahwa perempuan dihormati bukan saja karena fisik dan kecantikan tetapi juga karena kecerdasan dan kebabasan sebgai para perempuan yang mandiri. Akan tetapi citra iklan seperti ini pada masa kolonial masih sangat jarang.
Sumber : Widya Fitrianingsih. Citra Perempuan Dalam Pariwara di Hindia Belanda.
