Konten dari Pengguna

Dipakai Menyamar dan Bergaya, Topeng Moretta Populer di Venesia pada Abad ke-18

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Topeng Moretta. Sumber: Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Topeng Moretta. Sumber: Wikimedia Commons

Topeng Moretta sangat populer di Venesia, Italia pada abad ke-18 M. Topeng ini terbuat dari kain beludru hitam dan populer dikenakan wanita untuk menutupi wajahnya.

Unik memang, karena sebagian besar wanita Eropa kala itu ingin menunjukkan kecantikkan mereka di hadapan pria. Para wanita yang memakai topeng Moretta justru ingin menutupi wajahnya supaya terkesan menarik.

Sumber: Wikimedia Commons

Menggoda seorang wanita yang mengenakan topeng Moretta merupakan tantangan bagi seorang pria karena dia harus berbicara kepada wanita itu. Dan tidak mengetahui ekspresi mimik wajahnya.

Sulit membayangkan apabila topeng Moretta bisa menjadi trend fashion modern saat ini. Dengan menyembunyikan identitasnya, seorang wanita menjadi lebih misterius dan lebih menarik.

Seorang pria harus mencoba untuk mendapatkan kepercayaan dari wanita bertopeng Moretta. Jika pria itu berhasil berhasil, makan si wanita akan melepaskan topengnya dan dengan demikian mengungkapkan jati diri kepada lawan jenisnya.

Sumber: Wikimedia Commons

Pada akhir abad ketujuh belas, orang Venesia mengenakan topeng di depan umum selama enam bulan dalam setahun. Praktik ini terus mereka lakukan hingga jatuhnya Republik pada tahun 1797. Topeng Venesia juga dimanfaatkan untuk penyamaran dan kesan anonimitas saat mereka saling bercakap-cakap dengan orang yang tak dikenal untuk menjaga jarak dan menjaga status sosial.

Minat orang Venesia pada topeng sudah ada sejak dulu. Meskipun topeng Moretta hanya digunakan oleh wanita, namun ada topeng lain yang bisa dipakai pria.

Sumber: ancientpages.com