Einstein dan Tawaran Menjadi Presiden Israel

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Albert Einstein, lahir di Jerman pada 14 Maret 1879. Einstein dikenal sebagai tokoh yang mengembangkan teori relativitas, satu dari dua pilar utama fisika modern (bersama dengan mekanika kuantum). Einstein dan karya-karyanya juga dikenal karena berpengaruh terhadap ilmu filsafat dunia. Persamaan Einstein yang paling dikenal adalah rumus kesetaraan massa-energi E=mc^2, yang dijuluki "persamaan paling terkenal di dunia".
Einstein menerima Nobel Fisika pada tahun 1921 atas jasanya terhadap bidang ilmu fisika teoretis, dan khususnya atas penemuannya tentang hukum efek fotolistrik, yang menjadi langkah penting dalam pengembangan teori kuantum.
Ditawari menjadi Presiden Israel
Einstein dikenal sebagai sosok yang cinta damai. Sebelum Hitler berkuasa, fisikawan itu mengecam wajib militer di Eropa serta memperingatkan terhadap anti-semitisme dan cita-cita Nazi Jerman.
Einstein kerap berbicara menentang tindakan rasisme seperti memprotes ketidakadilan dalam persidangan Scottsboro Boys, di mana sembilan remaja berkulit hitam dituduh memperkosa seorang wanita berkulit putih, delapan dari mereka dijatuhi hukuman mati.
Ketika Hitler mulai berkuasa pada Januari 1933, Einstein saat itu tengah berada di Amerika Serikat, aman dari ancaman pemberantasan kaum Yahudi yang dilakukan oleh Jerman pada saat itu. Einstein menerima pekerjaan di California. Kala itu, Einstein memutuskan untuk menetap di AS dan mendapatkan kewarganegaraan AS.
Menjelang akhir hidupnya, pada umur 73 tahun Einstein ditawari untuk menjadi presiden kedua Israel. Namun dengan hormat, ia menolak tawaran tersebut. Presiden pertama Israel kala itu, Chaim Weizmann, menyebutkan jika Einstein adalah 'orang Yahudi terbesar yang masih hidup' dan berharap Einstein mau menjadi penggantinya. Namun Einsten mengatakan bahwa usianya tak lagi muda dan tidak memiliki kemampuan sebagai seorang pemimpin negara. Ditambah lagi, dia bukanlah warga Israel, dia hanya seorang Yahudi berkebangsaan Amerika yang lahir di Jerman.
"Saya sangat tersentuh oleh tawaran dari Negara Israel, dan sekaligus sedih dan malu bahwa saya tidak bisa menerimanya," ujar Einstein.
Einstein tutup usia pada 18 April 1955, ketika menginjak usia 76 di University Medical Center di Princeton. Sehari sebelum kematiannya, Einstein mengerjakan sebuah pidato untuk menghormati peringatan ketujuh Israel, ia diketahui menderita aneurisma aorta perut.
**
Referensi:
https://www.thevintagenews.com/
