Emmy Saelan, Perempuan Makassar di Medan Perang

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Emmy Saelan ialah pejuang perempuan yang berprofesi sebagai perawat sekaligus kepala bagian palang merah dan sempat ikut bertempur di medan perang membela bangsanya
Lahir di Makassar pada 15 Oktober 1924, Emmy Saelan sebagai putri sulung dari tujuh bersaudara Bpk. Amin Saelan yang mana sosok tokoh pergerakan Taman Siswa di Makasar sekaligus penasihat pemuda
Pada 29 Oktober 1945 para student Makassar menyerbu Ekspress Hotel dan mengibarkan bendera merah putih. Penyerbuan ini tak ayalnya melibatkan kakak dan adik Emmy yang mana menjadi penggerak utama para student dalam penyerbuan kantor NICA.
Bertambahnya hasil rampasan para student berupa senjata, maka dibentuklah organisasi gerilya yang bernama ‘Harimau Indonesia’. Emmy pun ditunjuk sebagai pimpinan laskar wanita dalam organisasi tersebut sekaligus menopang beban sebagai Kepala Bagian Palang Merah
Sore 23 Januari 1947 dalam posisi terjepit, pasukan Wolter Monginsidi memilih mundur lantaran tak sedikit prajurit bawahan Emmy yang gugur dan menyisakan Emmy di medan perang. Dengan sisa kekuatan dan senjata yang dipegang di tangan kirinya yakni granat, Emmy melemparkan bom kepada pasukan Wolanda yang mendekat dan menyerang Emmy. Tak ayalnya pasukan Wolanda pun tewas dan Emmy ikut menjadi korban di sana.
Sebagai bentuk penghormatan dan pengabdian Emmy Saelan di medan perang, di Kabupaten Makassar Selatan dibuatkanlah sebuah jalan yang bernama ‘Jalan Emmy Saelan’ . Tidak berhenti sampai di sana, “Museum Emmy Saelan” yang tepat berdiri dimana Emmy gugur di medan perang menjadi pengingat bagaimana seorang perempuan bernama Emmy Saelan turut serta membela bangsa di medan perang dengan mengangkat senjata
Sampoer Merah Edisi Djumat, 7 April 2017
Sumber foto : http://1.bp.blogspot.com
