Konten dari Pengguna

Pada 1970, Gempa dengan Dampak Kehancuran Terbesar Terjadi di Peru

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Gempa (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gempa (Foto: Thinkstock)

Gempa bumi Peru terjadi pada pukul 15.23 waktu setempat di akhir bulan Mei 1970. Tercatat, kekuatan gempa bumi itu mencapai angka 7,75 skala richter.

Gempa bumi ini berasal dari retakan di dasar laut dekat Pelabuhan Chimbote, Peru, yang berjarak kurang lebih 50 km dari bibir pantai. Menurut Survei Geologis Amerika Serikat, gempa bumi Peru mungkin dapat dikatakan sebagai guncangan paling menghancurkan dalam sejarah gempa bumi di belahan dunia bagian barat.

Gempa bumi ini memberikan dampak kerusakan yang sangat parah di kota-kota pesisir, terutama di Chimbote, yang nyaris tidak ada bangunan tinggi yang tersisa. Wilayah Casma dan Huramey pun mengalami kerusakan yang tidak kalah parah dengan jumlah korban yang sangat besar.

Gelombang dari guncangan gempa bumi tersebut memberikan dampak pada wilayah yang sangat luas di wilayah utara Peru, dalam area seluas kurang lebih 965 km.

Kota Huaras, yang menjadi tempat berlibur paling populer di Peru, telah lenyap. Tidak ada makanan atau air bagi orang-orang yang selamat, ditambah keadaan wilayah itu yang sangat memprihatinkan.

Gempa telah membuat kota mati itu dipenuhi oleh awan debu yang besar, yang menutupi hampir seluruh wilayah kota. Awan debu itu menyulitkan upaya penyelamatan bagi korban karena sangat membatasi jarak pandang, ditambah debu itu mengakibatkan masalah pernapasan akut bagi setiap orang yang menghirupnya.

Permasalah utama yang harus dihadapi oleh masyarakat, selain guncangan yang sangat besar, adalah penyebaran penyakit akibat dari banyaknya mayat yang tidak dikubur. Ketakutan akan munculnya berbagai macam penyakit tersebut telah mendorong orang-orang yang selamat untuk membuat sebuah kuburan massal yang sangat besar.

Mayat-mayat tersebut ditumpuk tanpa ada seorangpun yang mengetahui identitas sebenarnya dari korban tersebut. Mereka hanya melakukan penghormatan seperlunya saja, kemudian mengubur seluruh mayat itu. Kuburan massal itu menjadi solusi terbaik yang dapat dipilih untuk memecahkan masalah kebersihan dan kurangnya lahan untuk mengubur mayat jika menggunakan sistem makam tunggal.

Secara keseluruhan korban tewas dalam bencana itu sebanyak 66.794 orang, lebih dari 100.000 orang mengalami luka-luka, dan sebanyak 800.000 orang kehilangan tempat tinggalnya. Ada lebih dari 5000 anak-anak yang tidak memiliki tempat tinggal telah kehilangan orangtua mereka akibat dari gempa bumi tersebut.

Sumber: Spignesi, Stephen J. 2008. 100 Bencana Terbesar Sepanjang Masa. Tanggerang : Karisma

Foto: jfb-levage.com

Pada 1970, Gempa dengan Dampak Kehancuran Terbesar Terjadi di Peru (1)
zoom-in-whitePerbesar