Konten dari Pengguna

Giuseppe Garibaldi, Pahlawan Besar Pemersatu Italia

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Giuseppe Garibaldi adalah tokoh penting yang mendorong gerakan penyatuan Italia pada abad ke-19 untuk pertama kalinya semenjak zaman Kekaisaran Romawi. Ia dilahirkan di Nice, Prancis, dari keluarga pelaut terkenal di wilayahnya. Giuseppe Garibaldi pergi melaut sejak berusia 15 tahun, dan pada usia 25 tahun ia sudah dapat memimpin kapalnya sendiri.

Giuseppe Garibaldi mulai menemukan tujuan dari hidupnya setelah banyak mengarungi lautan, dan salah satunya adalah membebaskan dan menyatukan Italia. Saat itu, Italia terdiri dari beberapa daerah kecil yang dikuasai oleh para pangeran (Principalities), dan bangsawan Austria. Salah seorang tokoh revolusioner Italia, Giuseppe Mazzini, membentuk Perhimpunan Italia Muda dengan tujuan utamanya adalah melakukan pembebasan dan penyatuan seluruh wilayah Italia. Giuseppe Garibaldi pun bergabung dengan gerakan tersebut.

Pada 1834, terjadi sebuah pemberontakan yang dilakukan Perhimpunan Italia Muda di Genoa, namun gagal. Giuseppe Garibaldi berhasil melarikan diri, tetapi pemerintahan Sardinia-Piedmont menjatuhi hukuman mati padanya, sehingga ia menjadi buronan pemerintah. Giuseppe Garibaldi melarikan diri ke beberapa negara, mula-mulai ke wilayah Prancis. Kemudian ia mencari jalan menuju Amerika Selatan, di mana ia bertempur bersama kaum pemberontak untuk membebaskan Uruguay.

Pada 1848, Giuseppe Garibaldi kembali ke Italia setelah rakyat Italia berhasil mengumpulkan kekuatan untuk menumbangkan penguasa-penguasa di wilayahnya. Pada 1849, Giuseppe Garibaldi memimpin pasukannya dalam sebuah pertempuran besar di Roma, yang berlangsung selama berminggu-minggu melawan tentara Prancis, Austria, dan Neapolitan. Setelah merasa tidak dapat memenangkan pertempuran yang sangat berat itu, Giuseppe Garibaldi dan pasukannya melarikan diri. Namun aksinya di Roma itu semakin membakar semangat pasukan Italia, dan menjadikannya terkenal sebagai Patriot Italia yang gagah berani.

Sekali lagi Giuseppe Garibaldi diasingkan. Ia melarikan diri ke Amerika Serikat, dan untuk sementara menghabiskan waktunya di New York. Pada 1854, Giuseppe Garibaldi kembali ke Eropa, menetap di Caprera, sebuah pulau terpencil di lepas pantai Sardinia. Pada 1860, Giuseppe Garibaldi berlayar ke Genoa membawa 1000 pasukan, yang dikenal dengan sebuah “Redshirts”. Giuseppe Garibaldi berhasil mendarat di Sisilia, dan dengan menggunakan taktik griliya yang dipelajarinya di Amerika Selatan, pasukan Giuseppe Garibaldi dengan gemilang berhasil memukul mundur tentara Napoli yang berjumlah 25.000 orang.

Pasukan Giuseppe Garibaldi kemudian melanjutkan perjalanannya melintasi Sisilia, menyeberangi Selat Messina, dan terus bergerak menuju daratan Italia. Mereka berhasil memenangkan berbagai pertempuran satu demi satu menyatukan kembali beberapa wilayah Italia, sambil terus menghimpun kekuatan untuk pertempuran yang lebih besar.

Pada pertengahan September 1860, saat Giuseppe Garibaldi bergerak menuju Napoli, ia telah menjadi pemimpin wilayah Sisilia dan Italia bagian selatan. Giuseppe Garibaldi lalu menyerahkan seluruh kekuasaannya kepada Raja Victor Emmanuel dari Sardinia-Piedmont. Dengan demikian, Raja Victor menjadi raja Italia baru yang telah bersatu, kecuali Venesia dan Roma.

Giuseppe Garibaldi telah diagung-agungkan sebagai pahlawan bagi jutaan orang yang hidup di Italia, dan sekitarnya. Pada 1866, ia kembali ambil bagian pada pertempuran perebutan Venesia dari Austria. Giuseppe Garibaldi lalu ditunjuk sebagai anggota dari parlemen nasional sejak 1874 sampai 1876. Ia meninggal di Caprera pada 1882.

Sumber : Paparchontis, Kathleen. 2005. 100 Pemimpin Dunia yang Berpengaruh di Dalam Sejarah Dunia. Tanggerang : Karisma

Foto : commons.wikimedia.org