Goethe, si Jenius yang Menjadi Sastrawan Jerman Legendaris

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Johann Wolfgang von Goethe (1749 - 1832), penulis terkenal Faust, adalah raksasa sastra Jerman dan Barat yang bersinar sebagai penyair, penulis drama, sutradara teater, novelis, kritikus, ahli botani, ilmuwan, dan seniman amatir. Puisi Goethe dan novelnya tahun 1774, The Sorrows of Young Werther, dipandang sebagai percikan yang memicu gerakan sastra Sturm und Drang ("badai dan stres"), pendahulu dari gerakan Romantis yang menggantikan Sastra dan seni Barat abad ke-19.
Goethe lahir dari sebuah keluarga borjuis yang kaya, dan dididik di rumah oleh para tutor sampai usia 16 tahun Ketika ayahnya mengirimnya untuk belajar hukum di Universitas Leipzig, yang pada saat itu merupakan pusat kebangkitan sastra Jerman. Dia menyerap gejolak sastra di Leipzig, dan mulai menulis drama pastoral dan syair erotis.
Jiwa yang sensitif, pengalaman universitasnya tinggal bersamanya setelah dia meninggalkan Leipzig dan tercermin dalam karya-karya yang diterbitkan beberapa dekade kemudian, seperti tahun 1787 Partners in Guilt, sebuah komedi puitis tentang penyesalan seorang wanita karena menikahi pria yang salah, yang merupakan balas dendam yang tidak kentara pada sebuah wanita muda yang telah dia cintai beberapa dekade sebelumnya saat menjadi mahasiswa, tetapi memilih yang lain.
Dia sudah menjadi raksasa sastra pada tahun 1794, ketika dia memulai pertemanan dengan filsuf Friedrich Schiller, yang pengaruhnya meningkatkan karya Goethe ke tingkat yang lebih tinggi. Persahabatan itu berlangsung hingga kematian Schiller pada 1805. Adalah masa paling bahagia dan paling produktif dalam hidup Goethe.
Goethe termasuk di antara sekelompok jenius, termasuk Kant, Hegel, dan Humboldt, yang melakukan revolusi intelektual yang menjadi dasar pemikiran modern tentang masyarakat, agama, seni, dan pemikiran itu sendiri. Dampaknya sedemikian rupa sehingga argumen dapat dibuat bahwa Goethe berdiri dalam kaitannya dengan budaya Barat sejak masa Pencerahan (Enlightment) seperti yang dilakukan Dante terhadap budaya Abad Pertengahan atau Shakespeare terhadap budaya Renaisans.
Setelah menghabiskan hidupnya untuk melahirkan banyak karya, Goethe meninggal pada tahun 1832 di kota Weimar. Namanya pun tercatat sebagai sastrawan yang begitu legendaris.
