Konten dari Pengguna

Gua Selomangleng, Warisan Kerajaan Kediri yang Kaya Sejarah dan Keindahan Alam

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gua Selomangleng. Sumber: Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Gua Selomangleng. Sumber: Wikimedia Commons

Ada sejumlah situs wisata religi yang ada di kawasan Gua Selomangleng. Menurut cerita, gua Selomangleng dahulu adalah sebagai tempat pertapaan Dewi Kilisuci (Sanggramawijaya Tunggadewi). Ia merupakan putri mahkota Raja Airlangga dan sebagai pewaris tahta Kerajaan Kahuripan.

Gua ini diperkirakan dibuat pada abad 10-11 Masehi. Menurut cerita di Gua inilah petilasan (tempat tinggal yang dikeramatkan) Dewi Kilisuci. Sebenarnya Dewi adalah penerus Kerajaan Kahuripan, namun ia memilih menghabiskan sisa umurnya untuk bertapa. Tujuannya agar seluruh warga Kediri terhindar dari segala marabahaya. Sampai akhir hayatnya Dewi Kilisuci tetap menyendiri.

Selomangleng sudah jadi ikon Kediri. Kawasan Gua Selomangleng terletak di Jl Mastrip, Pojok, Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur. Lokasinya berada di kaki Gunung Klotok atau sekitar 3,5 kilometer dari pusat kota Kediri. Lokasi ini dapat ditempuh baik menggunakan sepeda motor, maupun kendaraan roda empat. Kunjungan ke area wisata budaya ini biasanya penuh sesak saat liburan sekolah, Natal, dan Tahun Baru.

Sumber: Wikimedia Commons

Selain bisa menikmati wahana yang ada, pengunjung juga disuguhi indahnya pemandangan perbukitan di lereng Gunung Klotok. Pengunjung bisa merasakan segarnya air di kolam renang. Kemudian tak jauh dari Gua Selomangleng terdapat sebuah panggung kesenian.

Area di sekitar gua inilah yang kerap dipakai untuk menggelar pertunjukan seni dan kebudayaan tingkat Jawa Timur. Bahkan setiap tahunnya, Pemerintah Kota Kediri melangsungkan pagelaran panji yang mendatangkan para seniman mancanegara untuk menampilkan karya-karya terbaiknya.

Di kawasan itu, pengunjung juga dapat mengenal dan belajar tentang sejarah Kediri di Museum Airlangga. Museum ini memiliki 147 buah koleksi arkeologi maupun etnografi. Museum ini berdiri pada 30 November 1991. Luasnya mencapai 6.670 meter persegi. Koleksi arkeologi yang ada di dalamnya merupakan peninggalan masa Kerajaan Kediri.

Sumber: Wikimedia Commons

Selain Gua Selomangleng sendiri, terdapat makam Eyang Boncolono, Sumber Tretes, Sumber LO, Gua Padedean, Gua Selobale, juga penemuan Candi Klotok 1 dan 2. Tak jauh dari kawasan gua, terdapat situs yang baru ditemukan Candi Klotok yang berada di Bukit Klotok. Sebelumnya, bentuk situs hanya tampak bongkahan bata berserakan.

Namun setelah adanya ekskavasi dari Tim Arkeologi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, tampak bangunan candi tersebut dengan dua anak tangga di bagian depan (barat candi). Tim BPCB Jatim menemukan bangunan baru semacam petirtaan (tempat pemandian suci) yang diperkirakan dari era Kerajaan Kediri atau Panjalu (asal muasal kota Kediri).

Sumber artikel: indonesia.go.id