Guillotin, Dokter yang Namanya Diabadikan dalam Alat Eksekusi Hukuman Mati

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Joseph-Ignace Guillotin sebenarnya adalah seorang dokter. Ia lahir di Saintes di Prancis selatan pada tahun 1738 dan menjadi dokter setelah lulus dari universitas di Paris. Sejak 1789 dia menjadi salah satu deputi Paris untuk Majelis Konstituante, di mana dia mengambil peran penting.
Guillotin pada prinsipnya menentang hukuman mati. Namun apabila diharuskan eksekusi mati, dia ingin para penjahat dieksekusi semudah mungkin. Ia mengusulkan penggunaan 'mekanisme sederhana' untuk menggantikan metode pembakaran hidup-hidup, menggantung, memotong-motong, menenggelamkan dan lainnya yang lambat dan menyakitkan bagi terpidana mati.
Dia juga ingin mengakhiri sistem yang memberi bangsawan hak istimewa untuk dieksekusi dengan kapak atau pedang. Mesin yang dengan cepat akan memenggal kepala pada umumnya dikatakan telah ditemukan oleh ahli bedah Antoine Louis, meskipun prototipe itu telah ada di negara-negara Eropa lainnya. Karena advokasi Guillotin yang mengarah pada pengenalan guillotine pada tahun 1791 sebagai satu-satunya metode eksekusi Prancis.
Alat itu pertama dihadirkan di Paris pada tahun berikutnya dan orang pertama yang dieksekusi adalah seorang penjahat yang dihukum. Dari tahun 1793 alat guillotine telah memakan banyak korban, yang paling terkenal adalah raja Louis XVI, Charlotte Corday, Marie Antoinette, Georges Danton dan Maximilien Robespierre. Guillotine ingin agar eksekusi dilakukan secara tertutup, tetapi itu bertentangan dengan tradisi Eropa di mana kerumunan orang berkumpul untuk menonton proses hukuman mati.
Ketika Guillotine meninggal pada tahun 1814 pada usia 75 tahun. Keluarganya sangat malu karena namanya dihubungkan nama alat eksekusi guillotine meskipun Joseph Guillotin tidak menciptakan alat pemenggal kepala itu. Mereka meminta pemerintah Perancis untuk mengubah nama mesin tersebut. Pemerintah menolak, jadi merekalah yang mengganti nama keluarga.
Orang terakhir yang dieksekusi dengan guillotine di Prancis adalah seorang pembunuh pada tahun 1977. Kemudian hukuman mati dihapuskan di Prancis pada tahun 1982. Sementara itu, guillotine terus digunakan di tempat lain di Eropa. Hitler menyukainya dan 16.500 orang dikatakan tewas karenanya di masa Nazi Jerman.
Sumber artikel: medium.com, historytoday.com
