Konten dari Pengguna

Gustave Eiffel, Tokoh di Balik Megahnya Menara Eiffel dan Patung Liberty

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Gustave Eiffel. Dok: Wikimedia Commons.
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Gustave Eiffel. Dok: Wikimedia Commons.

Menara Eiffel, menara ikonik nan megah yang terletak di Kota Paris, Prancis, sebagian besar orang pasti pernah setidaknya mendengar tentang menara ini.

Menara yang mulai dibangun sejak Januari tahun 1887 dan rampung pada Maret tahun 1889 ini sempat menjadi menara paling tinggi di dunia pada masanya hingga tahun 1930. Menara tersebut dirancang oleh Gustave Eiffel, seorang arsitek yang juga seorang pakar struktur logam. Hebatnya, selain dikenal sebagai perancang Menara Eiffel, Gustave juga adalah orang yang membangun Patung Liberty di New York, AS.

Bernama lengkap Alexandre-Gustave Eiffel, ia lahir di Kota Dijon, Perancis, pada tanggal 15 Desember tahun 1832. Gustave adalah anak pertama dari pasangan Alexandre Bonickhausen daan Catherine Melanie. Leluhurnya berasal dari Jerman yang bermigrasi ke Paris pada awal abad ke-18.

Sang ayah merupakan mantan tentara yang bekerja sebagai pegawai di Angkatan Darat Perancis. Namun setelah kelahiran Gustave, ia dan ibunya membuka jasa pembuatan arang, sang ayah berhenti dari angkatan darat demi membantu usaha itu.

Gustave sendiri bersekolah di Lycee Royal di Kota Dijon. Gustave muda tertarik dengan bidang sejarah dan sastra. Selain mengenyam pendidikan formal di sekolah, Gustave juga banyak mendapat pelajaran dari pamannya, Jean-Baptiste Mollerat bersama rekannya yang seorang ahli kimia, Michel Perret.

Dari kedua sosok itulah Gustave belajar tentang banyak hal terutama ilmu kimia dan pertambangan khususnya logam. Gustave kemudian melanjutkan pendidikan formalnya di College Sainte-Barbe, Paris sebagai persiapan memasuki dua sekolah paling bergengsi pada masa itu, yakni Politeknik Ecole dan Pusat Seni dan Manufaktur Ecole.

Gustave berhasil lulus pada tahun 1855 dan memulai merintis kariernya sebagai spesialis di bidang konstruksi logam, terutama jembatan. Setelah lulus, Gustave mencoba peruntungannya dengan bekerja di bidang konstruksi. Bermula dari bekerja magang dan sukarela sebagai asisten di pabrik pengecoran logam hingga kemudian ia bergabung dengan seorang teknisi rel kereta api, Charles Nepveu.

Pekerjaan pertamanya sebagai asisten di pabrik pengecoran logam tidak berlangsung lama karena pabrik milik Nepveu mengalami bangkrut. Meski demikian, Nepveu dan Gustave tetap melakukan kerja sama dalam sejumlah proyek jembatan setelahnya.

Pada tahun 1857, berkat bantuan Nepveu, Gustave mendapat proyek pembangunan jembatan penyebrangan di Sungai Garonne, Bordeaux. Proyek tersebut menjadi proyek besar pertama yang dikerjakan Gustave. Untuk proyek ini, Gustave menggunakan teknik paling inovatif pada masanya. Dia menjadi penanggung jawab proyek setelah Nepveu pensiun pada tahun 1860.

Foto: The Bordeaux bridge, proyek pertama Gustave. Dok: Wikimedia Commons.

Kesuksesan proyek jembatan tersebut membuat reputasi Gustave sebagai pakar konstruksi logam menanjak. Gustave pun banyak ditawari berbagai proyek. Namun, hal itu tidak berlangsung lama karena beberapa tahun setelahanya proyek pembangunan yang dapat dikerjakannya mulai berkurang. Guztave pun memilih keluar dari Compagnie Belge tempat ia bekerja dan membuka kantor konsultan tekniknya sendiri pada tahun 1865.

Setelah membuka kantornya sendiri, Gustave yang kala itu sudah dikenal mendapat sejumlah proyek pengerjaan rel kereta di Kota Toulouse dan Agen. Pada tahun 1866, Gustave ditawari kontrak pengerjaan konstruksi 33 lokomotif untuk pemerintah Mesir. Masih di tahun yang sama, Gustave dan rekannya, Theophile Seyrig membuka perusahaan kontruksi bernama Eiffel et Cie.

Pada tahun 1875, perusahaan milik Gustavem dan Seyrig dipercaya untuk mengerjakan dua proyek besar, yakni jaringan kereta api dari Vienna menuju Budapest, Hungaria, serta pengerjaan pembangunan jembatan di atas Sungai Douro, Portugal. Empat tahun berselang, pada 1879, Gustave dan Seyrig mengakhiri kerja sama dan perusahaannya diubah menjadi Compagnie des Etablissements Eiffel.

Foto: Jembatan Ponte Maria Pia di Portugal, karya Gustave Eiffel. Dok: Wikimedia Commons.

Gustave kemudian merekrut sejumlah karyawan yang nantinya akan sangat berperan membantunya dalam menyelesaikan proyek pembangunan Menara Eiffel. Mereka adalah Maurice Koechlin, Zurich Polytechnikum, dan Emile Nouguier. Pada tahun 1881, Gustave dihubungi oleh Auguste Bartholdi, seorang pematung asal Perancis, yang memintanya untuk membantu menyelesaikan proyek pembuatan Patung Liberty.

Foto: Gustave Eiffel bersama para kolaboratornya untuk proyek Menara Eiffel. Dok: toureiffel.paris

Proyek Patung Liberty dengan tinggi 46 meter itu sebelumnya telah mulai dikerjakan oleh Eugene Viollet-Le-Duc, namun kemudian proyek itu terhenti karena Viollet-Le-Duc meninggal pada tahun 1879.

Pada tahun 1887, perusahaan milik Gustave memulai pengerjaan pembangunan Menara Eiffel yang ditargetkan selesai dalam dua tahun untuk kemudian dijadikan sebagai pembuka pada ajang pekan raya dunia kala itu, Exposition Universelle of 1889 di Paris. Menara Eiffel sendiri didirikan di sebuah area terbuka bernama Champ de Mars. Desain awal Menara tersebut dibuat oleh Maurice Koechlin dan Emile Nouguier. Pekerjaan pondasi untuk Menara Eiffel telah dimulai sejak 28 Januari 1887 dan rampung pada Maret 1889.

Foto: Menara Eiffel pada Maret 1889. Dok: Wikimedia Commons.

Usai keluar dari perusahaan konstruksi, Gustave sempat beralih ke bidang meteorologi dan aerodinamika. Tidak banyak informasi mengenai masa tua Gustave termasuk tentang kehidupan keluarganya.

Gustave dikabarkan meninggal di usia 91 tahun pada 27 Desember 1923 di Rue Rabelais, Paris, Perancis. Jenazah sang arsitek dimakamkan di pemakaman keluarga di Pemakaman Levallois-Perret di pinggiran Kota Paris.

Foto: Gustave Eiffel pada tahun 1910. Dok: Wikimedia Commons.

**

Referensi:

  • https://www.toureiffel.paris/

  • https://www.britannica.com/