Pencarian populer

Hallstatt, Tambang Garam Terpencil Berusia Ribuan Tahun

Aktivitas manusia di kawasan Salzkammergut telah dimulai sejak garam dieksploitasi pada abad ke-2 SM. Sumber garam yang melimpah menjadi basis kekuatan ekonomi di wilayah tersebut sampai pertengahan abad ke-20, khususnya di Hallstatt.

Hallstatt merupakan sebuah daerah di Salzkammergut, dekat Danau Hallstattersee, yang memiliki kekayaan garam melimpah. Diketahui, pada masa-masa awal periode Masehi, garam menjadi sumber daya alam yang sangat berharga. Sehingga produksi garam di Hallstatt telah membuat kota itu sangat kaya.

Tahun 1311, Hallstatt menjadi kota perdagangan yang cukup kuat semasa pemerintahan kekaisaran Romawi. Hal itu membuat Hallstatt memiliki tingkat perekonomian yang sangat baik berkat perdagangan industri garamnya.

Sejak tahun 1959, sebagian besar produksi garam diangkut dari Hallstatt ke Ebensee dengan menggunakan pipa saluran air asin, sejauh kurang lebih 40 kilometer.

Sampai akhir abad ke-19, cara untuk mencapai kota Hallstatt hanyalah dengan menggunakan perahu motor atau melalui jalan setapak yang sempit. Dapat dipastikan bahwa wilayah Hallstatt menjadi salah satu tempat yang terisolasi karena keterbatasan akses keluar masuk kota.

Hallstatt Austria (Foto: pixabay)

Daerah pemukiman di sana pun terbilang cukup unik, di mana keberadaan lahan yang terbatas telah membuat penduduk di sana harus memanfaatkannya sebaik mungkin.

Jalan pertama di Hallstat dibangun sekitar tahun 1890, di sepanjang tepian pantai wilayah barat. Walau ada jalan lain yang tersusun dari batu-batuan, akses terbaik menuju ke kota hanya melalui jalur utama.

Walaupun menjadi tempat yang cukup terisolir, tetapi kawasan Salzkammergut merupakan salah satu daerah yang pertama dihuni oleh manusia di Eropa. Keberadaan aktivitas penambangan garam, yang berlangsung selama ribuan tahun, menjadi bukti adanya peradaban tinggi di sana, terutama di wilayah Hallstatt.

Foto: commons.wikimedia.org

Di Hallstatt juga terdapat makam, yang setiap sepuluh tahun digali dan tulang-tulang jenazahnya akan dipindahkan ke dalam periuk untuk selanjutnya digunakan kembali sebagai makam. Pada 1846, Johann George Ramsauer menemukan makam yang luas dari zaman pra-sejarah di dekat Kota Hallstatt.

Hallstatt kini telah menjadi gambaran keberadaan manusia yang mampu memanfaatkan keadaan alam di sana dengan sangat baik. Hallstatt pun menjadi salah satu situs warisan dunia yang dilindungi oleh UNESCO.

Sumber: Perwito Mulyono, dkk. 2009. World Heritage Nature & Culture Volume 8. Surakarta: Batara Publishing.

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: