Henry Hudson, Penjelajah yang Jadi Rebutan 2 Kerajaan Besar Eropa

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Henry Hudson merupakan orang Belanda pertama yang membuka jalan bagi perjalanan bangsa itu menuju wilayah Amerika Utara. Kapten laut yang dilahirkan di Inggris pada 1565 itu begitu berjasa, hingga menjadi rebutan dua kerajaan besar Eropa.
Pada pelayaran pertamanya tahun 1607, Hudson berupaya mengelilingi Benua Eropa menggunakan kapal tunggal ke arah timur laut dari Inggris. Ia berhasil mencapai Pulau Spitsbergen di utara Norwegia, tetapi terpaksa kembali ke Inggris karena terhalang oleh lautan ganas yang dipenuhi es.

Hudson kemudian meminta Pemerintah Inggris memberikan bantuan berupa kapal yang lebih canggih dengan berbagai perbekalan pelayaran. Namun, mereka menolak karena Hudson dinilai gagal dan tidak mampu memberi keuntungan apapun kepada Inggris.
Hudson yang dipenuhi ambisi menemukan jalur pelayaran baru, akhirnya memilih kembali ke Belanda. Di sana, ia dipertemukan dengan perusahaan The Netherlands East Indie Company, yang saat itu sedang giat melakukan pelayaran untuk mencari wilayah baru yang dapat dieksploitasi sumber daya alamnya.
Keduanya pun sepakat untuk menjalin kerja sama dan Hudson mendapat kompensasi yang besar dari perusahaan Belanda tersebut. Hudson diberi sebuah kapal kecil, yang diberi nama Half Moon, untuk sebuah pelayaran mencari rute laut ke wilayah Hindia.
Pada Juli 1609, Hudson bersama awak kapalnya berlayar ke pesisir Newfoundland. Setelah berbulan-bulan berlayar ke arah selatan hingga mencapai Chesapeake Bay, Half Moon akhirnya berhasil mencapai Pulau Staten yang aman untuk ditinggali.
Hudson lalu melakukan penjelajahan ke wilayah yang kini dikenal sebagai Pelabuhan New York, kemudian melakukan pelayaran ke utara menyusuri sungai ke bagian barat Pulau Manhattan. Selama delapan hari selanjutnya, Hudson mengeksplorasi area sungai yang sekarang menggunakan namanya itu.
Dalam perjalanan ke Amsterdam, Hudson terhenti di Dartmouth, tepatnya di sebelah selatan pantai Inggris. Ia dan awak kapalnya ditahan oleh pejabat setempat atas perintah Raja James. Hudson diminta untuk menyerahkan klaim perjalanannya kepada Pemerintah Inggris dan ia tidak diperbolehkan pergi ke mana pun tanpa perintah dari raja.
Selama penahanannya, Hudson mendapat banyak uang dari para pedagang yang membutuhkan informasi pelayaran darinya, bahkan ia diberi sebuah kapal besar. Kemudian pada 1610, Hudson kembali melakukan pelayaran menemukan wilayah Hindia sebagai tanggung jawabnya kepada perusahaan The Netherlands East Indie Company.
Setelah mencapai selat yang kini dikenal sebagai Selat Hudson, mereka terjebak di sebuah teluk yang membeku di bagian utara wilayah tersebut. Setelah musim semi tiba, terjadi ketegangan di atas kapal Hudson.
Beberapa awak kapalnya melakukan pemberontakan, Hudson ditahan beserta tujuh awak kapal yang setia kepadanya. Mereka pun kemudian dipaksa untuk turun dari kapal utama dan ditelantarkan di dalam sebuah perahu kecil di antara bongkahan-bongkahan es yang belum mencair.
Nasib Hudson dan awak kapalnya hingga kini tidak diketahui, sementara para pemberontak berhasil mencapai Inggris namun segera ditangkap oleh Pemerintah Inggris.
---
Sumber: Prescott, Jerome. 2007. 100 Penjelajah yang Berpengaruh di dalam Sejarah Dunia. Tangerang: Karisma.
