Konten dari Pengguna

Istana Estoi di Portugal dan Kemegahannya yang Memukau Raja Carlos I

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Wikimedia Commons

Istana Estoi terletak di kota Faro, Portugal. Pembangunan rumah "istana" dimulai pada tahun 1840-an. Namun, pekerjaan berhenti ketika pemiliknya meninggal dan strukturnya tidak terselesaikan selama bertahun-tahun. Hingga pada akhirnya seorang pengusaha lokal bernama José Francisco da Silva mendanai pembangunan istana untuk menyelesaikan rancangan desain yang megah.

Arsitektur istana bergaya Roman-Portugal dengan fasad berwarna merah jambu dan taman bergaya Versailles. Di dalam, istana memiliki dekorasi bergaya rococo, dengan lukisan dinding, ukiran yang rumit, panel kayu, langit-langit plesteran berornamen, dan furnitur berlapis emas.

Sumber: Wikimedia Commons

Taman-tamannya diatur dalam tiga tingkat, semuanya dihubungkan oleh tangga-tangga besar yang didekorasi dengan ubin biru cerah dengan gua-gua tersembunyi di bawahnya. Pembangunan istana akhirnya bisa diselesaikan pada tahun 1909.

Istana megah ini dengan detail gaya neoklasik yang mewah karya Silva mendapat perhatian raja Portugal saat itu, Raja Carlos I, yang sangat terkesan sehingga dia menunjuk Silva sebagai Viscount of Estoi. Itu adalah sebuah gelar kebangsawanan yang diberikan kepada pemiliknya.

Sumber: Wikimedia Commons

Setelah kematian Silva pada tahun 1926, kepemilikian istana kemudian diwarisi kepada beberapa anggota keluarga dan pemilik baru di luar keluarga. Pada tahun 1977, istana beserta taman, air mancur, dan patungnya diklasifikasikan sebagai properti untuk kepentingan umum. Pada 1980-an, perkebunan itu rusak parah dan akhirnya diakuisisi oleh Dewan Kota Faro.

Sekarang, perawatan istana dan pekarangan dibiayai oleh pemerintah Portugis. Istana diubah menjadi Pousada, sebutah untuk hotel milik negara di sebuah bangunan bersejarah. Restorasi dan renovasi diselesaikan pada tahun 2009 oleh arsitek Gonçalo Byrne, kemudian diubah menjadi hotel mewah.

Sumber: atlasobscura.com