Japin atau Zapin : Budaya Akulturasi Arab Keturunan

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Betawi atau diawal pembentukannya lebih dikenal dengan Batavia, merupakan wilayah dengan berbagai macam etnis dan golongan. Oleh karenanya asimilasi maupun akulturasi budaya tidak dapat dihindarkan dan sangat lumrah terjadi.
Dalam dunia seni tari Betawi Japin atau Zapin tampil sebagai salah satu kebudayaan Betawi hasil akulturasi para pendatang Arab. Tari Zapin di Nusantara mulai berkembang sejak masa Kerajaan Melayu, yakni di Riau. Berbagai guru serta pelatih nyanyian dan tari dipelihara Sultan dan Istana. Syair-syair pengiringnya menggunakan bahasa Arab bercampur bahasa Melayu. Zafin sendiri berasal dari bahasa Arab yang artinya langkah, melangkah, sedang Zapin bagi orang yang berjoget dalam hiburan orkes dangdut, secara harfiah dapat diartikan sebagai orang yang akan menari
Tarian ini sering ditampilkan di mesjid-mesjid, santri-santri beberapa pondok pesantren pun ada yang melakukan tarian ini dengan diiringi Orkes Rebana Ketimpring, para penarinya berpasang-pasangan dengan kostum yang dirancang khusus. Biasanya tarian ini ikut memeriahkan khitanan atau perkawinan.
Sumber : Rosyadi, Toto Sucipto.2006. Profil Budaya Betawi. Bandung : Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional.
foto :estivalkampungsenapelan.blogspot.co.id
