Konten dari Pengguna

Jason Padgett, Menjadi Ahli Matematika Setelah Mengalami Penganiayaan

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

jason Padgett. | New York Post
zoom-in-whitePerbesar
jason Padgett. | New York Post

Jason Padgett dapat melihat matematika di mana-mana. Bahkan, hal sesederhana menyikat gigi pun ia perlakukan dengan hukum matematika, ia memutar keran dan mencelupkan sikat giginya ke dalam air sebanyak 16 kali.

Pada tahun 2002 silam, Jason Padgett mengalami penganiayaan berat di luar sebuah bar karaoke. Penganiayaan itu bahkan membuatnya mengalami gegar otak hingga stress pasca trauma. Namun, setelah mengalami cidera kepala, Jason Padgett secara ajaib berubah menjadi seseorang yang super jenius di bidang matematika.

Padgett masih ingat betul bagaimana dirinya dihabisi oleh dua pelaku penganiayaan yang hendak merampok dirinya. Selama sepersekian detik ia juga melihat kilatan-kilatan cahaya akibat dari pemukulan. Kedua orang pelaku itu menganiayanya, menendang kepalanya disaat Padgett hendak mencoba untuk melawan hingga dokter mendiagnosa Padgett mengalami gegar otak parah dan mengalami luka pada bagian ginjal.

Ilustrasi penganiayaan. | WIkimedia Commons

Pasca serangan tersebut, Padgett diketahui mengalami trauma dan kecemasan ketika bersosial. Namun, disaat yang sama, Padgett memperhatikan perubahan pada dirinya yang begitu tampak berbeda. Ia mampu menggambarkan lingkungan di sekitarnya dengan visual-visual geometri.

Dengan imajinasinya itu, Padgett memiliki kemampuan menggambar matematis yang mencengangkan. Lantas ia mulai membuat sketsa lingkaran yang terbuat dari segitiga yang tumpang tindih, yang membantunya memahami konsep pi, rasio lingkar lingkaran ke diameternya. Menurutnya, tidak ada yang namanya lingkaran sempurna, yang dia tahu karena dia selalu bisa melihat tepi poligon yang mendekati lingkaran.

Konsep pi lingkaran. | YouTube/Berzezinski Math

Lingkaran hasil karya Jason Padgett. Lingkaran yang terdiri atas begitu banyak segitiga ini disebutkan sebagai ilustrasi Pi (Jason Padgett)

Padgett diketahui tidak setuju dengan konsep infinity, karena ia melihat setiap bentuk sebagai konstruksi terbatas unit yang lebih kecil dan lebih kecil lagi hingga mendekati apa yang disebut fisikawan sebagai panjang Planck, yang merupakan satuan panjang terpendek.

Setelah sembuh dari cedera, Padgett mampu menggambar bentuk geometris yang rumit, padahal Padgett tidak memiliki histori pelatihan formal untuk memahami persamaan-persamaan yang diwakili gambar-gambar tersebut. Pada Suatu hari, seorang fisikawan mendapati Padgett sedang membuat gambar-gambar ini di sebuah mal. Kemudian Padgett diajak untuk mengikuti pelatihan matematika.

Jason Padgett. | Huffpost

Kemampuan luar biasa yang dimiliki Padgett membuat seorang ahli syaraf penasaran ingin memahami bagaimana Padgett mengembangkannya.

Berit Brogaard, seorang profesor fislafat di University of Miami, memindai otak Padgett dengan pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI) guna memahami bagaimana Padgett memeroleh kemampuan matematikanya yang hebat dan sinestesia yang memungkinkan dia memahami rumus-rumus matematika sebagai suatu angka geometris.

Dari hasil pemindaian menunjukkan adanya aktivitas signifikan pada otak kiri Padgett, di mana keterampilan matematika Padgett terbukti dikelola oleh otak bagian kiri. Otaknya menyala paling kuat di korteks parietal kiri, area di belakang mahkota kepala yang diketahui untuk memadukan informasi yang dikirim dari berbagai indra. Ada juga beberapa aktivasi di bagian lobus temporal (perihal memori visual, pemrosesan sensorik serta emosi) dan lobus frontal (perihal dalam fungsi eksekutif, perencanaan dan perhatian)

Berit Brogaard. | WIkimedia Commons.

Sebelum mengalami cedera, Padgett dikenal sebagai seorang atlet dan juga pelukis. Pria asal Tacoma, Washington ini pun bukan termasuk orang yang menonjol dalam bidang akademis. Bahkan, ia tak lulus dalam ujian pra - aljabar dalam pelajaran matematika.

Namun, setelah cidera kepala akibat dari penganiayaan yang dialaminya, Padgett secara ajaib mampu mengembangkan kemampuan visual matematis dan konsep fisika secara intuitif. Banyak kalangan mengatakan bahwa cidera yang dialami oleh Padgett tersebut sejatinya telah membuka bagian dari otaknya yang membuat segalanya sesuatu di dunia ini tampak memiliki struktur matematis yang dapat dihitung.

"Saya melihat bentuk dan sudut di mana-mana dalam kehidupan nyata" - dari geometri pelangi, hingga fraktal dalam pusaran air, dan itu semua benar-benar indah," ungkap Padget kepada LiveScience.

Padgett, yang menerbitkan sebuah memoar dengan Maureen Seaberg yang berjudul,"Struck by Genius" pada tahun 2014 silam, adalah salah satu dari sekumpulan individu yang langka dengan sindrom kecerdasan yang mereka dapat, di mana orang normal mengembangkan kemampuan luar biasa setelah cedera parah atau penyakit.

video youtube embed

***

Referensi: