Konten dari Pengguna

Jejak Agama Buddha dalam Reruntuhan Kuil Peninggalan Dinasti Nanzhao

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Wikimedia Commons

Nanzhao adalah kerajaan dinasti yang berkembang di tempat yang sekarang menjadi Tiongkok selatan dan Asia Tenggara bagian utara selama abad ke-8 dan ke-9 M. Menurut sejarawan setemat, Nanzhao didirikan oleh masyarakat kelas bawah selama Dinasti Tang (618-907 M). Nanzhao memerintah di wilayah yang sekarang menjadi Provinsi Yunnan serta sebagian provinsi Sichuan dan Guizhou.

Belum lama ini para arkeolog China dikabarkan telah menemukan kompleks reruntuhan Wuzhishan di Yunan. Situs reruntuhan terletak pada 600 meter di sebelah selatan Taihe. Taihe adalah ibu kota pertama rezim Nanzhao setelah kepala suku Bai menyatukan enam suku di Wilayah Erhai. Taihe kemudian menjadi pusat politik dan budaya wilayah tersebut.

Sumber: Wikimedia Commons

Mereka menemukan dengan 14 pondasi bangunan, 63 dinding batu, dan 23 parit. Terdapat lebih dari 40 ton ubin bersama dengan lebih dari 17.300 peninggalan artefak kuno lainnya termasuk tembikar.

Dari Januari hingga Juli 2020, para arkeolog berhasil meluaskan area situs bersejarah itu seluas 6.000 meter persegi. Di kompleks tersebut, ubin kuno yang ditemukan para peneliti bertuliskan karakter "Buddha sarira yang diabadikan oleh pemerintah". Ini bermaksud untuk menunjukkan bahwa tempat itu adalah peninggalan kuil agama Buddha di istana kerajaan Nanzhao.

Kemungkinan besar patung Budha telah diabadikan dan disembah di dalam kuil. Oleh karena itu, kompleks tersebut diyakini sebagai situs keagamaan utama kerajaan. "Sarira" adalah istilah umum dengan sejumlah arti, tetapi umumnya digunakan untuk menggambarkan jenazah setelah dikremasi menurut tata cara agama Buddha.

Sumber: Wikimedia Commons

Sisa-sisa jenazah guru Buddha yang telah dikremasi sering disertakan dengan manik-manik kristal atau benda perhiasan lainnya seperti mutiara. Di bagian timur situs, tungku batu bata dan ubin juga ditemukan dengan sejumlah besar benda paku, gasket, moulage dan peralatan lainnya. Ada pula tembikar kaca yang sudah rusak yang ditemukan.

Para arkeolog masih meneliti karakteristik tata letak kuil yang dibangun selama rezim Nanzhao. Mereka menduga kuil Budha dan pemakaman kuno dapat mengungkapkan tradisi keluarga kerajaan Nanzhao.

Sumber: ancientpages.com